Category Archives: Uncategorized

Karya Siswa – 2021

Berikut adalah jurnal digital karya siswa untuk mapel Prakarya dan Kewirausahaan tahun pelajaran 2020-2021. Aspek: Pengolahan makanan.

Saya rangkum ke dalam format video, karena link situs mereka di sini sudah banyak yang broken. Situs dibuat menggunakan program HTML, CSS, dan JavaScript. Konten adalah tahapan dari mata pelajaran PKWU.

Kelas XI MIPA 1

  1. KaffePause 
  2. FoodMood
  3. GerobakMalam
  4. Carnivalicious
  5. WaroengNyonya
  6. KulKul
  7. SixDailyNutrition

Kelas XI MIPA 2

  1. Oemah Ibu
  2. Eatshi
  3. Cub(Eat)
  4. Dylansdinner web & Dylansdinnermov
  5. Dopi
  6. Jaeger
  7. Daebak

Membuat Aplikasi Informasi Perusahaan

Aplikasi informasi perusahaan adalah software yang dijalankan dengan teknologi komputer dan internet untuk menunjang kegiatan operasional bisnis, sehingga produktivitas perusahaan meningkat.

Pada pertemuan ini siswa belajar membuat aplikasi informasi perusahaan. Aplikasi sederhana ini dibuat dengan menggunakan program Scratch. Konten di dalam aplikasi berisi informasi perusahaan secara singkat dan link yang berhubungan langsung ke blog atau pun media sosial. Aplikasi informasi perusahaan juga dilengkapi dengan game dan kuis. Berikut adalah panduan untuk membuat aplikasi perusahaan.

Contoh produk aplikasi perusahaan dapat lihat di sini

Alat dan bahan: komputer/smartphone dengan sistem operasi Android, program Appinventor.

  1. Masuk ke laman https://appinventor.mit.edu/
  2. Klik Create untuk memulai.
  3. Pilih menu Layout. Klik Horizontal Arrangement. Pada kolom Properties, pilih Fill parent di opsi Width. Dan beri tanda centang pada pilihan Visible. (Pilihan Fill parent dimaksudkan untuk melebarkan kotak horisontal agar penuh).
  4. Selanjutnya, pilih menu User Interface. Dan pilih Button. Pada kolom Properties, pilih Fill parent di opsi Width. Dan beri tanda centang pada pilihan Visible. Untuk pilihan AlignHorizontal pilih Center. Lakukan hal yang sama untuk 2 kotak disampingnya.
  5. Untuk mengunggah file gambar yang dibutuhkan, pilih Upload File pada kolom Media.
  6. Untuk memasukkan gambar, pilih menu ImagePicker. Pada kolom properties, isikan sebagai berikut: Width=20, Height=10; pilih gambar yang akan disisipkan pada kotak Image.
  7. Beri tanda centang pada kotak Visible.
  8. Untuk meletakkan gambar di tengah, pilih TextAlignment di kolom Properties.
  9. Ulangi langkah yang sama untuk memasukkan gambar di 2 kotak berikutnya.
  10. Lanjut besok… ngantuk 😀

Belajar di Rumah

Untuk anak-anakku, sehubungan dengan adanya permasalahan trafik pada server SiPintar, maka penggunaan Sipintar saat ini dibatasi untuk pelaksanaan pembelajaran. Untuk tes online dan fitur ujian disarankan untuk menggunakan aplikasi lainnya. Dengan demikian maka pembelajaran jarak jauh Ibu akan alihkan kembali ke google classroom. Aplikasi youtube dan slideshare serta blog tetap dipakai.

Untuk materi slide dan panduan atau tutorial bisa diakses di slideshare di sini dan channel youtube di sana.

Untuk minggu depan, silakan unduh slide di bawah ini

dan tonton panduan membuat toko online #1 di sini

Selamat belajar.

Design Thinking dan Model Canvas

Hari Kamis tanggal 13 September saya memberikan workshop bertema Pembekalan Pengajaran Kewirausahaan untuk Guru SMA di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Kep. Seribu di Gedung Dinas Kependidikan.

Bermula dari kesempatan sekolah kami memperoleh dana bantuan dari Pemerintah untuk program kewirausahaan setahun yang lalu, program sekolah kewirausahaan yang kami rancang memperoleh apresiasi dari Bapak Husin. Beliau adalah Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA di Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta. Saya sendiri tidak menyangka bahwa respon yang Beliau berikan sangat positif. Selanjutnya Beliau mengajak saya dan Bu Annisa untuk bercakap-cakap mengenai keinginan Beliau menyusun buku berkaitan dengan KBM PKWU yang telah saya terapkan di SMAN 71. Dan, melalui Beliau pula saya berkenalan dengan Pak Tato, penggagas untuk kegiatan workshop ini.

Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengajaran kewirausahaan kepada guru-guru PKWU yang ada di DKI Jakarta dan Kep. Seribu. Luar biasa semangat guru-guru dari Kep. Seribu ini. Saya kagum dengan tekad dan niat mereka untuk belajar. Mereka juga aktif bertanya ketika melihat mini galeri PKWU SMAN 71 yang dipamerkan di ruangan itu. Bahkan seorang guru fisika dari Kep. Seribu kemudian membantu untuk memperbaiki proptotipe kincir angin yang sempat rusak. Terima kasih ya Pak :).

Dan, memenuhi keinginan peserta workshop, slide presentasi saya tayangkan di sini ya Bapak/Ibu Guru. Anda dapat mengunduhnya secara gratis. Semoga bermanfaat.

Terima kasih untuk semuanya. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat. Amin yra.

Berikut slide,

Buku PKWU untuk SMA

Alhamdulillah, buku Prakarya dan Kewirausahaan untuk Kelas XI Edisi Revisi (Mei 2016) kolaborasi saya dengan beberapa kawan sudah terbit. Buku ini kami susun dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan harapan agar kehadiran buku ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang menggunakannya.

Sedikit cerita apa yang melatarbelakangi keinginan saya menulis buku ini, lebih banyak didasarkan atas pengalaman selama saya mengajar PKWU setelah sebelumnya saya mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kebingungan di awal mengajar PKWU dan praktik di lapangan kemudian menyadarkan saya bahwa pembelajaran kewirausahaan sebagian besar masih bersifat teoritis dan hafalan.

Prakarya dan kewirausahaan, selain ada produk yang dihasilkan maka tentu saja kewirausahaan juga memiliki aspek pemasaran. Dalam praktek, pemasaran dan penjualan barang sering harus dijalankan secara langsung. Namun usaha konvensional ini cukup menyulitkan jika diterapkan pada siswa-siswa sekolah. Selain karena produk-produk yang mereka hasilkan baru dalam tahap uji coba, juga membutuhkan biaya pemasaran dan penjualan yang tidak sedikit.

Sementara itu, dunia usaha tengah mengalami kecenderungan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk teknologi Internet dan Komunikasi bergerak (mobile). Pengusaha konvensional mulai melirik metode promosi dan pemasaran melalui internet. Nah, mengamati situasi itu, saya kemudian meniru apa yang dilakukan oleh pelaku bisnis konvensional, yaitu mengajak siswa saya untuk sepenuhnya mengggunakan Internet untuk operasi usaha mereka, termasuk promosi, pemasaran, toko online hingga manajemen yang bersifat online.

Tentu tak sulit bagi mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Saya kemudian mengadopsi berbagai ide dan cara baru dalam pengajaran kewirausahaan, seperti teknologi dan metode bisnis untuk bisnis online dan e-commerce. Dengan teknologi ini saya berharap siswa saya memiliki kemampuan untuk membangun sebuah model lengkap dari kewirausahaan dengan biaya yang lebih kecil dan waktu pembangunan yang lebih pendek dengan memanfaatkan Internet.

Saya ingat ketika salah satu nara sumber di pelatihan pendidik kewirausahaan, Bapak Jonathan Gultom mengatatakan, di jenjang sekolah menengah seperti SMA, mengajarkan kewirausahaan adalah mengajarkan siswa untuk berani menggali ide dan menemukan kesempatan. Berhasil menjual itu adalah bonus. Namun yang terpenting adalah dorong siswa untuk menggali ide-ide yang mereka miliki sebanyak mungkin untuk membantu memecahkan masalah yang ada di sekitarnya. Tulisan saya mengenai pelatihan pendidik kewirausahaan dapat dilihat di sini.

Sebagai gambaran apa yang ditawarkan dari buku PKWU ini, silakan dilihat slide presentasi di bawah ini ya 🙂

tambahan:
Konsep model kewirausahaan digital bisa dibaca di buku Business Model Generation, buku yang telah banyak membantu saya menerapkan pembelajaran kewirausahaan bersama murid-murid saya di kelas.

Pertemuan ketujuh

Teori (Tanggal: 11 dan 13 September 2017)
Kelas XI materi di pertemuan ketujuh ini adalah sistem pengolahan makanan khas daerah.

Untuk mengolah suatu makanan maka diperlukan metode atau teknik tertentu untuk menghasilkan produk makanan yang sesuai dengan yang kita harapkan. Sebelum mengolah makanan maka yang harus dipersiapkan adalah bahan dan alat yang diperlukan untuk mengolah makanan tersebut serta teknik memasak, seperti memanggang, menggoreng dan lain sebagainya.

Tugas kelompok (Tanggal 11 dan 13 September 2017):
Tuliskan persiapan (bahan dan alat) serta teknik memasak yang digunakan untuk membuat produk makanan kelompokmu (sesuaikan dengan prototype produk makanan yang telah kalian buat sebelumnya). Buat dalam bentuk grafis di kertas gambar (boleh menggunakan spidol warna-warni).
Jangan lupa nama anggota kelompok dan kelas.
Kumpulkan di meja Ibu di ruang Guru ya.
Terima kasih 🙂

Tugas Presentasi

Untuk kelas X MIA 1 dan X MIA 2 serta XI MIA 1 s.d XI MIA 4.

Buat presentasi kelompok dengan ketemtuan sebagai berikut:

1. Siapkan minimal 5 halaman slide, berisi:

Slide 1: judul produk (yang di buat)

Slide 2: Definisi produk

Slide 3: Visi dan misi perusahaan (lampirkan lean canvas yang telah dibuat di awal pertemuan)

Slide 4: table pengamatan

Slide 5: Nama angora dan kelas 

Model Bisnis Lean Canvas

Model bisnis bisa diartikan sebagai paparan strategi yang harus dibuat sebuah bisnis sebelum mulai berkompetisi dengan bisnis lainnya. Model bisnis diantaranya mengatur tentang hubungan pelaku bisnis dengan supplier, distributor atau dengan para pelanggan secara langsung.

Menjabarkan model bisnis dengan benar akan membantu pelaku bisnis menemukan tujuan bisnis secara jelas dan membahas tentang target apa yang harus dicapai terlebih dahulu.

Penjelasan mengenai model bisnis yang akan digunakan, dalam hal ini model bisnis Kanvas (Lean Canvas) telah dibahas di tulisan sebelumnya di sini.

Beberapa catatan tambahan mengenai keterangan dari kesembilan blok Lean Canvas, yaitu:

Unfair advantage, yaitu keunggulan yang tidak bisa ditiru oleh perusahaan lainnya. Misal: memiliki hak paten, memiliki resep rahasia (yang tidak bisa disalin), dan lain-lain.

Key metric, adalah indikator keberhasilan perusahaan (sebelum memperoleh keuntungan/laba).
Contohnya: jumlah partner atau penjual (untuk produk market place), banyak yang me-retweet atau me-mention produk kita, keramaian toko, jumlah pengunjung atau pembeli, dan sebagainya.
Jika indikator yang kita tetapkan tidak tercapai maka itu dapat dijadikan pengingat kemungkinan kegagalan produk yang sedang atau akan kita jalankan.

Revenue stream adalah perkiraan perolehan laba. Sebagai contoh, perusahaan mengharapkan keuntungan dari penjualan melalui sosial media, penjualan langsung, dan lain-lain.

Perbedaan revenue stream dengan channel adalah revenue lebih ke arah bentuk fisik (uang). Sementara channel lebih ke arah saluran pemasaran atau distribusi untuk produk.

Berikut ini adalah model bisnis Kanvas yang dibuat oleh siswa kelas X untuk produk hidroponik dan kelas XI untuk produk konversi energi.
Kelebihan model bisnis Kanvas adalah keterangan atau item di setiap blok masih memungkinkan untuk diubah.

Model Bisnis Kanvas
Produk: Hidroponik (Kelas X)

14141663_10210752695323447_9076630809654049566_n

14222284_10210752695523452_3008583726838761002_n

Model Bisnis Kanvas
Produk: Konversi Energi (Kelas XI)
14034767_10210661470762890_243273161327599500_n

14067506_10210661470562885_4082905616350076961_n

13814058_10210661470842892_6695381365895401223_n