Category Archives: Kelas X

Tabel Masa Panen Sayuran (Hidroponik)

Untuk kelas X, berikut ini adalah tabel masa panen sayuran. Perkirakan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk membudidayakan jenis sayuran sampai masa panen tiba.

Tabel Masa Panen Sayuran

Nama Tanaman Masa Panen
Caisim/sawi hijau, sawi pahit, pakchoy

40-60 hari dari biji atau 25-30 hari setelah tanam dari bibit
Petsai /Sawi Putih

30-60 hari setelah tanam dari bibit (tergantung varietas)
Kol hijau , kol merah

3-4 bulan dari penyemaian biji
Kembang Kol dan Brokoli

55- 100 hari (tergantung varietas)
Selada Keriting, Selada krop

2-3 bulan setelah semai
Bayam (hijau/merah)

Mulai umur 25 hari, bertahap setiap 5 hari sekali
Spinach

Mulai umur 30 hari bertahap setiap 5 hari sekali
Kangkung

Mulai umur 27 hari bertahap setiap 5 hari
Bawang daun

3 bulan setelah tanam
Terong

Panen dimulai pada 70-80 hari setelah semai selanjutnya setiap 5 hari
Tomat

Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari
Cabe

Panen dimulai usia 9 minggu setelah tanam selanjutnya setiap 5 hari
Pare

Panen muali usia 2 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
Gambas / Oyong

Panen muali usia 3 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
Timun

Panen muali usia 2 bulan dan diulangi setiap seminggu sekali
Kacang panjang

berbunga pada umur 30 hari dan mulai panen umur 45 hari
Kacang buncis

panen biasanya sudah bisa dilakukan setelah 60 hari atau polong kacang sudah cocok disayur.
Kacang Kapri

Umur 70-90 hari
Lobak

Umur 60-80 hari
Wortel

Panen 3-4 bulan

Catatan: untuk info lebih lengkap sila ke sini.

#startup

Desain Grafis

Materi belajar untuk pembuatan desain media promosi tahapan KBM nya adalah:
1. Mengatur posisi kertas, klik di sini.
2. Membuat teks alur, klik di sini.
3. Memodifikasi teks, klik di sini.
4. Membuat frame, klik di sini.
5. Memberi efek desain gambar dengan menu Filters(contoh untuk pembuatan textil art), klik di sini dan di sana.
6. Menggambar bebas, klik di sini.
7. Memodifikasi objek, klik di sini.
8. Membuat sketsa, klik di sini.
9. Membuat arsir, klik di sini.

Model Bisnis Lean Canvas

Dalam membuat model bisnis ada 2 tipe mazhab yaitu Business Model Canvas dan Lean Canvas.
Business Model Canvas dipopulerkan oleh Alexander Osterwalder berdasarkan bukunya yang berjudul Business Model Generation. Pada Business Model Canvas, ada sembilan hal (digambarkan dalam kotak) yang menggambarkan elemen utama dalam setiap bisnis.

Kesembilan elemen itu antara lain customer segment, value propotion, channel, customer relationship, revenue stream, key resource, key activities, key partners, dan cost.

Konsep sederhana ini sebenarnya memudahkan perusahaan untuk menganalisa dan memperbaiki masalah mereka. Akan tetapi, Alexander kerap menggunakan contoh-contoh perusahaan besar dalam menjelaskan Business Model Canvas. Sehingga, model canvas Alexander dianggap tidak sesuai dengan perusahaan rintisan alias startup.

Maka itu, konsep itu dimodifikasi ulang oleh Ash Maurya, yang akhirnya yang dikenal dengan konsep lean canvas. Apa itu Lean Canvas? Silakan lihat slide di bawah ini.

referensi:

Mengenal Lean Canvas, Model Bisnis untuk Startup

Budidaya Tanaman

Untuk materi PKWU kelas X adalah budidaya tanaman. Pada semester ini budidaya tanaman yang dipilih adalah hidroponik berupa jenis sayuran. Berikut adalah slide materi Hidroponik.

Setelah memahami sistim produksi berkebun hidoponik dengan wick system maka setiap kelompok sudah mulai bisa bereksperimen. Pada saat percobaan ini hasil produksi tidak langsung dijual. Mereka mencoba terlebih dahulu sambil memutuskan jenis tanaman sayur yang akan diproduksi nantinya. Setiap percobaan tidak harus selalu berhasil terlebih dahulu. Tak apa jika gagal (namanya percobaan :)). Dari kegagalan dan pengamatan yang akan mereka rutin lakukan maka siswa akan belajar mengatasi masalah-masalah yang ada. Setelah semuanya dirasa siap maka setiap kelompok akan memulai produksi budidaya tanaman sayurnya. Pada fase ini diharapkan semua lini sudah siap, seperti toko online, bentuk media promosi, produk sampai perhitungan akan dipanen, dan lain-lain.

Prakarya dan Kewirausahaan

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Untuk materi kelas X saya memilih budidaya tanaman dan kelas XI MIA dengan aspek Rekayasa.

Pertemuan pertama saya membagi siswa ke dalam 6 kelompok. Jumlah siswa keseluruhan 36 murid.
Setiap anggota dalam kelompok kerja akan berperan sebagai pelaku bisnis, yang terdiri atas:
1. CEO, Chief Executive Officer atau pemimpin startup)
2. CTO, Chief Technical Officer atau ahli teknologi)
3. CFO, Chief Financial Officer aau ahli keuangan)
4. COO, Chief Operating Officer atau pemimpin operasional)
5. CMO, Chief Marketing Officer atau ahli pemasaran)
6. Wakil presiden penjualan

Mereka akan membuat perusahaan rintisan berkantor di setiap bagian kelas yang mereka pilih untuk mereka jadikan kantor. Layaknya sebuah perusahaan setiap anggota bertanggungjawab terhadap tugasnya masing-masing. Salah satu tugas COO (merangkap HRD, kepanjangan dari Human Resources and Develompment atau Personalia) adalah mengevaluasi kinerja setiap anggota atau karyawan. Jika diketahui ada karyawan yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik atau melakukan pelanggaran maka COO dan CEO berhak memberhentikan karyawan tersebut sesuai dengan prosedur yang telah disepakati. Karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya harus mencari pekerjaan di 5 perusahaan (5 kelompok lainnya) dengan memasukkan lamaran (mengirim CV). Perusahaan yang menerima karyawan tersebut berhak melakukan tes interview kepada karyawan tadi. Perusahaan yang kehilangan pegawainya boleh membuka lowongan kerja. (sebagai tambahan, jumlah anggota di setiap kelompok diusahakan agar tetap/seimbang).

Kegiatan penanaman modal sepenuhnya diserahkan kepada setiap kelompok. Mereka boleh memilih model saham, hutang, atau crowdfunding. (silahkan lihat di sini untuk penjelasannya).

Prosedur kegiatan:
1. Guru akan membagi pertemuan secara berkala dan bergantian. Sebagai contoh 4 kali pertemuan memberikan materi dasar HTML (untuk bekal mengedit toko online). Minggu ke 5 s.d 8 memberikan materi bisnis. Minggu ke 9 dstnya untuk pengolah gambar dll.
Toko online dan semua tugas yang berkaitan dengan teknik akan dikerjakan oleh seorang CTO.
Desain akan ditangani oleh CMO yang bertugas untuk memasarkan produk dengan membuat media promosi baik online atau offline, seperti poster, brosur, dll.
Pimpinan pembuatan produk oleh CTO dengan semua karyawan.
CFO akan bertanggungjawab untuk semua pelaporan keuangan.
Wakil presiden penjualan membuat dan membangun interaksi dengan konsumen melalui akun sosial media. Bagian penjualan diharapkan mampu untuk menjual produk.
Pemimpin perusahaan harus mengetahui semua tugas dan tanggungjawab karyawannya. Setiap keterlambatan tugas maka menjadi tanggungjawab pemimpin. Demikian juga kerja tim karyawannya. Seorang pemimpin bukan hanya memberikan perintah namun ia harus bisa dan menguasai semua pekerjaan karyawanya, seperti mampu mengelola toko online, membuat desain, menjual, memasarkan, memperhitungkan profit serta mampu dan mengetahui prosedur pembuatan produk yang diproduksi.

2. Di selang pemberian materi itu maka setiap kelompok harus sudah memulai untuk membuat produknya. Produk yang bagus berawal dari banyak kegagalan. Jadi, mereka akan belajar untuk memperbaiki dan membuat ulang kembali produk sampai layak jual.

Materi Produk
Kelas X, produk pilihan adalah hidroponik sayur. Setiap kelompok bebas memilih jenis sayuran hidroponik yang akan diproduksi.

Kelas XI, produk pilihan adalah konversi energi dengan memanfaatkan panel surya. Setiap anggota kelompok boleh memilih produk lampu hias, lampu taman, miniatur rumah, mobil panel surya atau yang lainnya untuk diproduksi.

Oke, sementara itu dulu ya 🙂

#startup

Seni Kriya Ikat Celup

Ikat celup atau tie dye adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan. Di beberapa daerah di Indonesia, teknik ini dikenal dengan berbagai nama lain seperti pelangi atau cinde (Palembang), tritik atau jumputan (Jawa), serta sasarengan (Banjarmasin). Teknik ikat celup sering dipadukan dengan teknik lain seperti batik. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ikat_celup)

Atau mudahnya, tie dye adalah teknik pembuatan motif sekaligus pewarnaan dengan teknik ikat celup.

Motif yang dihasilkan dari teknik ikat celup ini sangat beragam tergantung kepada pola dan cara mengikat kain dan pewarnaannya.

Mengenai kegiatan belajar ikat celup dapat dibaca di tulisan sebelumnya di sini.

Berikut ini adalah hasil kreasi siswa kelas X.
1444998024566

1445003987968

image

image1

image3

Sablon Digital

Untuk paparan mengenai sablon digital dapat dilihat di artikel sebelumnya di sini dan di sana. Sementara untuk info tambahan dapat di-klik di sini.

Baca baik-baik persyaratan dan tahapan pembuatan sablon digital. Untuk slide pembelajaran mengenai pembuatan produk sablon digital dapat dilihat di bawah ini.

Desain kaos atau produk dengan motif ragam hias untuk sablon dapat dilihat di slide di bawah ini sebagai contoh.

Proses, Teknik, dan Alat Kerajinan Tekstil

Proses pembuatan kerajinan tekstil terdiri atas beberapa tahapan. Pertama, proses serat atau benang menjadi kain, lalu kain menjadi kerajinan tekstil, seperti busana, tas, dompet, dan lain-lain. Terakhir, untuk menambah fungsi tertentu pada kerajinan tekstil dapat ditambahkan aksesori baik berupa kancing, ristleting dan lain-lain sehingga menghasilkan kerajinan tekstil yang siap digunakan. Atau pun untuk menambah nilai estetis atau keindahan pada kerajinan tekstil tersebut dapat juga ditambahkan teknik pewarnaan.

Teknik pewarnaan tidak hanya dapat dilakukan pada proses finishing namun juga bisa dilakukan pada tahap awal yaitu pada serat/benang, atau kain. Pewarnaan pada benang dilakukan dengan pencelupan serat/benang. Sementara pada tekstil polos pewarnaan dilakukan dengan pencelupan 1 warna dan untuk menghasilkan tekstil dengan motif tertentu pewarnaan dilakukan dengan teknik ikat dengan beberapa kali pewarnaan. Pewarnaan pada kain atau tekstil dapat menggunakan teknik rintang warna, seperti teknik batik atau jumputan, teknik print seperti cap, sablon, atau digital printing serta teknik lukis.

Pada pertemuan 1 untuk materi Proses, Teknik, dan Alat Kerajinan Tekstil ini siswa akan belajar mendesain dengan efek ikat celup yang diaplikasikan pada berbagai macam produk tekstil seperti kaos, tas, sarung bantal, dan lain-lain. Namun pada pertemuan ini siswa akan belajar mendesainnya melalui komputer. Pertemuan berikutnya, siswa akan mempraktikkan proses pembuatan ikat celup di berbagai ragam produk kerajinan tekstil.

Materi berupa slide dapat dilihat di bawah ini.

Berikut ini adalah hasil desain ikat celup untuk produk kerajinan tekstil karya siswa.
IT skill: Textur, watercolor, ikon caligraphy, clipset
td1

td2

Karya siswa lainnya silakan lihat di sini

Desain Kemasan

Pertemuan: 5
Materi: Desain Kemasan Kerajinan Tekstil

Jika di pertemuan sebelumnya siswa telah mempraktikkan pembuatan desain produk kerajinan tekstil dengan menggunakan bantuan perangkat TIK, maka di dalam pertemuan ini siswa akan mempraktikkan pembuatan desain kemasan untuk produk kerajinan tekstil dengan menggunakan keterampilan tangan, salah satunya dengan cara melipat kertas (origami). Namun demikian siswa dibebaskan berkreasi dengan alat dan bahan lain.

Untuk pengingat bisa ditambahkan slide materi desain produk kerajinan tektil yang bisa diunduh di sini.

Sementara slide untuk pertemuan 5 dapat dilihat di bawah ini.

Aktivitas:
Siswa akan bekerja secara kelompok. Setiap kelompok membuat desain kemasan dengan menggunakan kertas origami atau kertas manila. Sebelumnya siswa dapat browsing dan mempelajari bentuk kemasan yang ingin dibuat. Semua kegiatan dari pembuatan pola dilakukan di ruang kelas pada jam pelajaran Prakarya.

Berikut ini adalah contoh desain yang dibuat gurunya. Bikinan muridnya pasti lebih bagus dari ini donk 🙂

IMG_1810