Category Archives: Kelas X

Proyek #2 Tugas Pertemuan 1 dan 2

Anak-anak, di bawah ini Ibu akan berikan contoh untuk laporan tabel materi Ketahanan Pangan dan Budidaya Tanaman yang benar dan lengkap dari kawan-kawanmu.

Ivanka XI MIPA 3 – Nilai 100
Sonia Edwina XI MIPA 4 – Nilai 100
M Falih Haikal XI MIPA 1 – Nilai 100

Nah, terlihat kan proses pekerjaan kawan-kawanmu? Sudah dapat bayangan membuat tabel laporan yang benar dan lengkap? Yuk, diperbaiki ya :). Terima kasih anak-anak.

Mari belajar untuk mencintai ilmu pengetahuan melalui keterampilan dan kecakapan hidup sehari-hari sebagai bekal agar kelak mampu menghadapi kehidupan dengan kuat dan tegar.

PJJ Projek #2

Masih dalam Pembelajaran Jarak Jauh kali ini saya berkolaborasi dengan mata pelajaran Biologi untuk materi Ketahanan Pangan dan Budidaya (PKWU). Materi ini diberikan untuk kelas X dan XI. Berikut rincian materi dan pembagian pertemuan.

Pertemuan 1: Memilah wadah limbah RT untuk dijadikan tempat menanam. Pada jam ini siswa kelas X dan XI ditugaskan untuk:

  1. Memilah 5 barang bekas pakai yang ada di rumah untuk dijadikan wadah tempat menanam. Contoh: kemasan botol minum, kaleng susu, kardus susu, kemasan minyak, kemasan kue, dan lain-lain.
  2. Siswa menghias 1 wadah tempat tanaman agar bernilai jual dan memiliki nilai seni.
  3. Mendokumentasikan proses menghias wadah tanaman menggunakan stamp camera.
  4. Memasukkan foto ke dalam format tabel laporan yang telah disediakan.
  5. Menyimpan file laporan dalam format: Nama-kelas-Ketahanan Pangan dan Budidaya.

Pertemuan 2: Memilih 5 bibit tanaman dan mulai menanam serta melakukan perawatan. Pada pertemuan ini siswa kelas X dan XI ditugaskan untuk:

  1. Memilih 5 bibit tanaman yang diperoleh dari dapur.
  2. Mulai menyemai atau menanam.
  3. Mendokumentasikan foto 5 bibit tanaman dan tanaman yang telah disemai atau ditanam.
  4. Memasukkan foto ke dalam format tabel laporan yang telah disediakan.
  5. Menyimpan file laporan dalam format: Nama-kelas-Ketahanan Pangan dan Budidaya.
  6. Pada pertemuan ini, tugas di pertemuan 1 dan 2 dikumpulkan melalui google classroom.
  7. Setiap minggu siswa mendokumentasikan dan menuliskan progres tanaman mereka dalam tabel laporan. (tabel dikumpul minggu kedua atau ketiga bulan mei).

Pertemuan 3: Menulis artikel 3 macam tanaman yang dipilih. Konten penulisan untuk kelas X mengenai klasifikasi, manfaat, dan cara reproduksi/perbanyakan tanaman. Sedangkan untuk kelas XI berisi: manfaat, nilai gizi dari tanaman, dan produk kuliner yang dapat dibuat dengan menggunakan tanaman tersebut.

Pertemuan 4: Melanjutkan tulisan 2 macam tanaman yang dipilih. Konten masih sama, yaitu topik penulisan untuk kelas X mengenai klasifikasi, manfaat, dan cara reproduksi/perbanyakan tanaman. Sedangkan untuk kelas XI berisi: manfaat, nilai gizi dari tanaman, dan produk kuliner yang dapat dibuat dengan menggunakan tanaman tersebut. Pada pertemuan 4, tugas 3 dan 4 dikumpul bersamaan melalui google classroom.

Pertemuan 5: Membuat laporan tanaman mereka dalam format podcast. Laporan berisi: kemajuan tanaman, menjelaskan tanaman yang gagal dan berhasil. Apa solusi yang mereka lakukan menghadapi gagal panen dan pendapat mereka mengenai kegiatan bertanam. Format file suara disimpan dengan nama file: Nama-kelas-ketahanan Pangan dan Budidaya. Tugas dikumpul pada pertemuan ke-6.

Pertemuan 6: Membuat laporan hasil tanaman mereka melalui rekaman video. Menceritakan kemajuan tanaman, berapa bibit tanaman yang berhasil ditanam dan berapa yang mengalami gagal tanam serta solusi yang telah mereka lakukan pada tanaman yang gagal pada pertemuan sebelumnya. Format file video disimpan dengan nama file: Nama-kelas-ketahanan Pangan dan Budidaya. Tugas dikumpul pada pertemuan ke-7.

Pertemuan 7: Siswa memanen hasil tanaman dan mengolahnya menjadi produk kuliner yang dapat dinikmati bersama keluarga. Siswa membuat video pada saat memanen dan mengolah produk budidaya tanaman yang telah mereka lakukan serta mendokumentasikan proses pengolahan makanannya.

Projek Ketahanan Pangan dan Budidaya pada hari ini, Selasa 28 April 2020 telah memasuki pertemuan ke-2. Berikut adalah hasil tugas siswa pada pertemuan 1 dan 2.

Game Brain vs Capital

Nah, supaya murid-murid tidak bosan, kali ini materi pembelajaran kewirausahaannya saya berikan melalui permainan. Untuk board game saya ambil dari sini. Nama permainannya adalah Brain vs Capital Game.

Game ini memang sebaiknya diberikan setelah siswa kita memiliki pengetahuan tentang design thinking dan model bisnis. Pada akhir permainan setiap kelompok akan menuliskan hasil permainan mereka yang dijabarkan dalam Kanvas Model Bisnis. Kanvas model bisnis bisa kita ganti dengan model bisnis Lean Canvas.

Oya, sebaiknya permainan ini disesuaikan dengan jenjang usia peserta. Jadi, untuk aplikasi ke murid, beberapa pertanyaan biasanya saya terjemahkan (bingung mencari padanan katanya, maksudnya supaya siswa mudah memaknai pertanyaan) secara sederhana agar mudah dipahami oleh mereka. Idealnya sih memang bikin sendiri pertanyaannya, tapi tak apalah, untuk percobaan pertama. Next time, kalau ibu gurunya udah lebih pintar dan punya waktu luang, bikin sendiri permainannya ya? 🙂

Berikut adalah dokumentasi kegiatan dan hasil permainan tahap #1

Computational Thinking

Computational thinking hanya untuk programmer? Tentu saja tidak. Berpikir komputasi atau computational thinking adalah keterampilan yang sejatinya harus dimiliki semua orang. Menurut Dr. Ir. M.M. Inggriani, computational thinking adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran yang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer. Secara singkat, melalui Computational Thinking, kita dapat mengembangkan proses berpikir yang melibatkan bagaimana memformulasikan sebuah permasalahan beserta solusinya.

Untuk lebih mudahnya, berpikir komputasi adalah pendekatan proses belajar untuk melatih keterampilan berpikir runut, sistematis dan kreatif. Berpikir komputasi adalah keterampilan hidup yang dapat mempermudah hidup kita. Berbagai pendekatan menyelesaikan masalah dalam computational thinking bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membersihkan ruangan, bermain sudoku, merencanakan perjalanan dan lain-lain.

4 karakteristik dalam computational thinking adalah:

  1. Decomposition, memecah masalah yang lebih besar atau kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau sederhana.
  2. Pattern recognition, mencari atau menemukan pola/kesamaan antar masalah maupun dalam masalah tersebut.
  3. Abstraction, fokus pada informasi penting saja, dan mengabaikan detail yang kurang relevan.
  4. Algorithm, membangun langkah-langkah solusi terhadap masalah.

Dan karaketristik lain dari pemikiran komputasi adalah proses iterasi (pekerjaan yang berulang) “three As” yang didasarkan pada tiga tahap:

  1. Abstraction (Abstraksi): Problem formulation (Perumusan masalah);
  2. Automation (Otomasi): Solution expression (Ekspresi solusi);
  3. Analyses (Analisis): Solution execution and evaluation (Eksekusi dan evaluasi solusi).

Melalui pendekatan computational thinking maka kita dapat melihat proses atau tahapan berpikir seseorang. Mari kita berlatih 🙂

Pertama, siswa menentukan masalah terlebih dahulu. Misalnya: Cara membersihkan ruangan. Terserah caranya, mulai dari mana dulu. Bisa dari menentukan definisi terlebih dahulu, scope (ruang lingkup), how to, target, dan lain-lain.

Cara membersihkan ruangan.

Untuk membersihkan ruangan maka kita harus memahami denifisi kata bersih. Bersih itu rapi, barang diletakkan di tempatnya, tidak ada kotoran, debu, atau bakteri, tidak ada barang tercecer atau tergeletak sembarangan. Ukuran ruangan yang ingin dibersihkan sebesar apa (scope), apakah seluas ruang keluarga, ruang makan, ruang tamu, atau ruang tidur. Kalau ruang tidur, apakah sendiri, atau berbagi dengan adik atau kakak. Berikutnya adalah (how to), apakah meminta tolong asisten rumah tangga, kakak/adik atau saudara untuk membersihkan, lalu membersihkannya bisa mulai dari barang yang kecil dahulu. Target untuk membersihkan ruangan 4 jam (seberapa lama?), dan ruangan sudah bersih, semua barang tertata apik dan berada di tempatnya serta wangi (seberapa bersih).

Dalam kasus dia atas, abstraksinya adalah masalah ruangan kotor. Oleh karena itu perlu dibersihkan. Ruangan berantakan karena barang-barang berserakan, maka perlu dibereskan. Analisis itu mengenali pola. Pola ruangan bersih seperti apa. Pola ruangan kotor seperti apa. Pattern recognition itu mengenali pola, yaitu pola bersih dan kotor.

Jangan khawatir, dalam proses ini tidak ada benar atau salah pun tidak perlu jawaban produk yang ingin dihasilkan. Berikut adalah beberapa karya siswa.

Bazar dan Pameran

Puncak dari semua tahapan pembelajaran mapel PKWU yaitu bazar dan pameran. Rencananya, saya ingin memasukkan program Entrepreneur day di setiap akhir semester (atau setiap tahun. Masih dipertimbangkan dahulu 🙂 ). Tujuan acara Enterpreneur day ini untuk menampilkan baik produk jadi (untuk aspek: kerajinan, budidaya, dan pengolahan) serta prototipe produk (untuk aspek rekayasa) yang telah dipersiapkan siswa dalam satu semester.

Dalam pameran ini akan ditampilkan seluruh tahapan belajar PKWU yang bisa diwakili oleh satu kelompok di satu stand pameran untuk setiap kelas. Tentu disertai produk mereka juga (baik yang dimaksudkan untuk dipamerkan dan juga dijual).

Selepas bazar maka setiap kelompok menuntaskan laporan keuangan dan mengumpulkan laporan evaluasi kegiatan usaha sebagai penutup mata pelajaran PKWU di semester ganjil.

Berikut ini adalah suasana kegiatan entreprenur day yang telah dilaksanakan di lingkungan sekolah pada hari Jumat tanggal 30 November 2018. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI.

Pertemuan 9: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.6 Menganalisis proses evaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

4.6 Mengevaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

Pada pertemuan ini siswa dibekali pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai bahasa pemrograman HTML. Keterampilan HTML diberikan 3-4 kali pertemuan sampai proses uploading web dengan menggunakan hosting dan domain tidak berbayar.

Oya, hasil kegiatan usaha produk mereka dilaporkan dalam bentuk buku jurnal harian offline. Sementara portal web dimaksudkan untuk pembuatan profil perusahaan.

Berikut adalah portal web karya siswa. Klik langsung pada nama perusahaan untuk melihat portal web mereka.
Kelas X MIPA 1:
1. Utilis
2. Unixpy
3. Musalture
4. Synthart
5. 17Fied

Kelas X MIPA 2:
1. Dngcorp
2. Birdyz
3. Illimite
4. Wimm71
5. Erfolgvercorp
6. Gotamid

Kelas X MIPA 3
1. Zazels : Very good website 🙂
2. Ilucess
3. Authenticoolture
4. Anglur-selur
5. Borture
6.Ropalm

Kelas X MIPA 4
1. Taokbelanje
2.

Pertemuan 7: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.5 Memahami cara menentukan pemasaran produk kerajinan dengan inspirasi budaya non benda secara langsung

4.5 Memasarkan produk kerajinan dengan inspirasi budaya non benda secara langsung

KD 3.4 dilewatkan dahulu ya, karena saya belum menugaskan siswa untuk memproduksi barang. Catatan keuangan baru sebatas biaya yang mereka keluarkan untuk kegiatan harian. Jadi, lanjut ke tahapan kewirausahaan berikutnya yaitu strategi pemasaran.

Pada pertemuan ini setiap kelompok akan membuat portal web yang berisi profil perusahaan dan informasi mengenai produk yang mereka produksi dalam rangka mengenalkan dan memasarkan produk secara online. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan mengenai pemrograman dasar untuk pembuatan web. Untuk kelas X siswa akan dikenalkan dengan HTML. Pengetahuan pembuatan web diberikan kurang lebih 4-5 kali pertemuan sampai proses uploading sehingga nantinya setiap kelompok akan memiliki domain sendiri. Untuk domain dan hosting cukup menggunakan yang tidak berbayar sebagai sarana berlatih dahulu.
Materi yang saya berikan di atas sifatnya opsional. Berhubung saya Guru TIK maka saya kira tak ada salahnya mengenalkan materi TIK juga :).

Alternatif bagi Bapak/Ibu Guru dari latar belakang mata pelajaran lain dapat menugaskan siswanya langsung untuk membuat blog dengan menggunakan mesin blog tidak berbayar seperti wordpress.com atau blogger.com. Caranya mudah kok. Saya yakin siswa-siswi Anda pasti bisa membuat blog sendiri. Tak beda jauhlah dengan membuat channel di youtube, akun di IG dll :).

Untuk materi HTML dapat juga dipelajari di situs w3schools di sini. Untuk proses uploading dapat di lihat di tulisan saya di sini.

Berikut adalah contoh portal web karya kakak kelas mereka.
1. Suvarnadvipa
2. Vorfreude
3. Etown
4. Evseffervescence
5. Triplec

Pertemuan 6: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.3 Menganalisis sistem produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda dan material daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4.3 Memproduksi kerajinan dengan inspirasi budaya berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat untuk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda dan material dari daerah sekitar

Pada pertemuan ini setiap kelompok membuat sistim produksi produk kerajinan yang akan mereka buat dalam bentuk grafis. Sistim produksi berisi alat dan bahan yang diperlukan serta teknik atau prosedur untuk produk kerajinan tersebut.

Tahap selanjutnya adalah memproduksi produk yang akan dipamerkan dan dijual dalam kegiatan Entrepreneur Day.

Berikut adalah tugas pembuatan sistim produksi dalam bentuk grafis

Ulangan Design Thinking

Berbarengan dengan tugas saya mendampingi tim PKWU yang berhasil mewakili DKI Jakarta untuk mengikuti lomba Fiksi Kewirausahaan di Yogyakarta pada tanggal 1-6 Oktober 2018, maka saya memberikan tugas individu kepada murid-murid saya untuk membuat design thinking. Tugas ini bertujuan untuk melihat pemahaman mereka mengenai tahapan-tahapan yang ada pada design thinking.

Setiap siswa mencari masalah yang ada di lingkungan mereka dan mencarikan solusinya. Berikut adalah beberapa hasil pekerjaan mereka.

Kelas X dan XI






Pertemuan 5: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Pada pertemuan ini masing-masing kelompok membuat rencana bisnis yang dijabarkan dalam model bisnis Lean Canvas.
Berikut adalah tugas kelompok
(foto menyusul ya, insya Allah)