Category Archives: Kurikulum

Program Kewirausahaan

Untuk siswa kelas X MIPA 1-4 dan X IPS 1-4, di bawah ini adalah slide berisi tahapan kerja untuk program kewirausahaan dana bantuan pemerintah.

Pelajari baik-baik ya.

Jangan lupa selalu dokumentasikan semua tahapan kegiatan belajar program kewirausahaan ini, baik dalam bentuk tulisan narasi, foto, dan video. Tuliskan secara runut (berurutan) dan teratur.

Jadwal Kegiatan:
9 Agustus 2017: Sosialisasi program kewirausahaan (hanya untuk CEO)
10 Agustus 2017: Spirit time bersama pembicara dari luar (untuk seluruh siswa kelas X)
15-16 Agustus 2017: Meet the investor

Meet the investor
Persiapan apa saja yang diperlukan untuk setiap kelompok?
1. Design thinking
2. Lean canvas
3. Business plan
4. Slide

Ketentuan untuk slide: salam pembuka, isi, salam penutup
Isi:
1. Perkenalan kelompok (nama perusahaan, anggota kelompok, kelas)
2. Struktur organisasi dan penjelasan (job description)
3. Aspek Kerajinan (Berikan penjelasan mengenai tema kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda, penjelasan mengenai media yang digunakan, yaitu akrilik)
4. Produk yang dipilih
5. Lampiran design thinking, lean canvas, dan business plan, prototype
6. cetak slide sebanyak 3 buah

waktu presentasi: 15 menit
Setiap kelompok diwakili oleh 2 orang sebagai presenter.

Selamat berkreasi

“Creativity is intelligence having fun” ~ Albert Einstein

Prakarya dan Kewirausahaan

Ada 4 produk Prakarya pilihan yang dapat dipelajari di dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, yaitu: kerajinan, rekayasa, budidaya dan pengolahan melalui kegiatan mengidentifikasi, memecahkan masalah, merancang, membuat, memanfaatkan, menguji, mengevaluasi, dan mengembangkan produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kemampuan yang dikembangkan pada mata pelajaran ini adalah: kemampuan pada tingkat meniru, memanipulasi (memodifikasi), mengembangkan, dan menciptakan serta merekonstruksi karya yang ada, baik karya sendiri maupun karya orang lain;

Di jenjang SMA, ke-empat aspek tersebut diarahkan pada pengembangan produk dalam bentuk maket atau model dengan menggunakan teknologi tepat guna skala home industry dengan wawasan kewirausahaan agar dapat mandiri secara ekonomi. Untuk itu, keterampilan atau psikomotorik dikembangkan pada tingkat presisi (sesuai standar).

Pengembangan kompetensi peserta didik diarahkan untuk mempelajari produk teknologi berdasarkan kerangka analisa sistem meliputi: input, proses, output, melalui prinsip Pikir, Gambar, Buat, Uji (PGBU).

Aspek mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMA/MA dan SMK/MAK terdiri atas:
1. Kerajinan
Kerajinan dapat dikaitkan dengan kerja tangan yang hasilnya merupakan benda untuk memenuhi tuntutan kepuasan pandangan: estetika-ergonomis, dengan simbol budaya, kebutuhan tata upacara dan kepercayaan (theory of magic and relligy), dan benda fungsional yang dikaitkan dengan nilai pendidikan pada prosedur pembuatannya. Lingkup ini dapat digali dari potensi lokal dan seni terapan (applied art), desain kekinian (modernisme dan postmodernisme).

2. Rekayasa
Rekayasa terkait dengan beberapa kemampuan: merancang, merekonstruksi dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah. Sebagai contoh: rekayasa penyambungan balok kayu untuk membuat susunan (konstruksi) kerangka atap rumah, harus dilakukan dengan prinsip ketepatan agar susunan rumah tidak mudah runtuh. Lingkup ini memerlukan kesatuan pikir dan kecekatan tangan membuat susunan mengarah kepada: berpikir kreatif, praktis, efektif, ketepatan dan hemat serta berpikir prediktif.

3. Budidaya
Budidaya tumbuhan dan hewan mencakup pembibitan, penanaman, pemanenan, penyimpanan, dan penanganan atau pengemasan dan distribusi untuk proses selanjutnya. Substansi yang dipelajari pada aspek ini adalah tanaman, ternak dan ikan. Manfaat edukatif teknologi budidaya adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami pertumbuhan dan menyatukan dengan alam (ecosystem) agar menjadi peserta didik yang berpikir sistematis berdasarkan potensi kearifan lokal.

4. Pengolahan
Pengolah proses transformaasi (perubahan bentuk) dari bahan mentah menjadi produk olahan. Transformasi melibatkan proses-proses fisik, kimia, maupun mikrobiologis. Proses pengolahan mencakup pula penanganan dan pengawetan bahan melalui berbagai teknik dasar proses pengolahan dan pengaawetan. Manfaat edukatif teknologi pengolahan bahan pangan bagi pengembangan kepribadian peserta didik adalah menambah keanekaragaman makanan, member nilai ekonomis dan timbul kesadaran pentingnya melakukan penanganan, pengolahan dan pengawetan bahan pangan agar tidak cepat rusak.

Untuk Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, satuan pendidikan wajib menyelenggarakan minimal 2 (dua) aspek dari 4 (empat) aspek yang disediakan. Peserta didik mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

Penilaian mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dilakukan terhadap:
• Proses menemukan kebutuhan atau peluang melalui mengidentifikasi masalah yang ada di sekitarnya sebagai bukti sikap kritis dan inovatif yang didasari oleh rasa ingin tahu dalam menciptakan peluang
• kreativitas dan inovasi
• kemampuan memproduksi ide dan menetapkan ide berdasarkan syarat kebaruan
• karya desain dan gambar rancangan produk
• kemampuan menguji/mengevaluasi produk

Sumber: Silabus Mata Pelajaran SMA/Madrasah Aliyah/ SMK/Madrasah Aliyah Kejuruan. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016.

Download BSE Prakarya dan Kewirausahaan

Bagi rekan yang membutuhkan buku teks mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dapat mengunduhnya di sini:
1. Buku BSE Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (Download)
2. Buku BSE Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI (Download)
3. Buku BSE Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII – Buku Guru (Download)
4. Buku BSE Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII – Buku Siswa (Download)

SKKI untuk nilai SAS

Mata Pelajaran: TIK
Kelas: XI

    Standar Kompetensi:

  1. Menggunakan Internet untuk Keperluan Informasi dan Komunikasi
        Kompetensi Dasar:

1.1. Menjelaskan berbagai perangkat keras dan fungsinya untuk keperluan akses internet
Indikator: Perangkat keras dan fungsinya untuk akses internet

1.2. Menggunakan web browser untuk memperoleh, menyimpan, dan mencetak informasi
Indikator: menggunakan web browser

1.3. Menggunakan e-mail untuk keperluan informasi dan komunikasi
Indikator: menggunakan e-mail

1.4. Menggunakan sosial media dan micro blogging untuk keperluan informasi dan komunikasi
Indikator: menggunakan sosial media dan micro blogging

1.5. Menggunakan cloud storage
Indikator: menggunakan cloud storage

Mata Pelajaran: Prakarya
Kelas: X

Kompetensi Inti:

  1. Menghayati Dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
  3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
  4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:

  1. Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk rekayasa di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan.

Indikator: Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

  1. Menunjukkan motivasi internal dan peduli lingkungan dalam menggali informasi tentang keberagaman produk rekayasa dan kewirausahaan di wilayah setempat dan lainnya.

Indikator: keberagaman produk rekayasa

  1. Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.

Indikator:  mengemas karya rekayasa dalam pembuatan web

 

Pembuatan RPP Kurikulum 2013

Jadi, sabtu kemarin guru-guru di sekolah kami menghadiri inhouse training kurikulum 2013. Sesi pelatihan menitikberatkan kepada pembuatan RPP. Apa yang membedakan RPP KTSP dengan RPP Kurikulum 2013 ini?

Di standar isi ada 4 Kompetensi Inti, yaitu:
KI pertama berisi nilai-nilai religius
KI kedua, nilai-nilai sosial
KI ketiga, berisi pengetahuan
dan KI keempat ketrampilan

Pembuatan RPP dapat dimulai dari KI ketiga terlebih dahulu diikuti KI pertama dan kedua.

Sistim penilaian.
Untuk menilai KI pertama dan kedua, penilaiannya adalah:
1. penilaian diri
2. penilaian antar teman
3. observasi
4. jurnal

Untuk menilai KI 3, titik beratnya kepada penguasaan materi, dapat dilakukan melalui:
1. tes tertulis
2. tes lisan
3. penugasan

Untuk menilai KI 4, alat penilaiannya adalah:
1. unjuk kerja
2. penilaian produk
3. portofolio

Penilaian proses adalah penilaian yang paling difokuskan di kurikulum 2013.

Yang dimaksud dengan pendekatan saintifik yaitu menekankan kepada pembentukan budaya ilmiah dan akademik di dalam KBM.

Rumus penulisan Kompetensi Dasar –> Kata kerja + Kata benda

Rumus pencapaian indikator
1. BCD (Behaviour, Condition, Degre)
2. Kata kerja operasional + materi esensial

Rumus pencapaian proses belajar (KBM) adalah kegiatan dengan pendekatan saintifik (guru mendorong siswa untuk bertanya)

Rumus tujuan pembelajaran di RPP
1. ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degre)
2. Kata kerja operasional + materi esensial

Indikator soal, rumusnya:
1. ABCD
2. Kata kerja operasional _ SME (Sub materi esensial)
3. Stimulus + kata kerja operasional + SME

Tujuan pembelajaran bisa sama dengan indikator di silabus

Kompetensi Dasar merupakan puncak yang ingin dicapai dari sebuah KBM. Sementara Tujuan Pembelajaran ibarat tangga menuju indikator. Jadi, tujuan pembelajaran adalah hasil akhir yang diinginkan. Indikator adalah penanda.
Dalam satu indikator bisa mencakup beberapa tujuan pembelajaran

Ulangan Harian adalah nilai yang ingin dicapai untuk menyelesaikan satu KD

Bingung? Saya juga :). Coretan ini sengaja dituliskan kembali di sini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Jika ada kesalahan bolehlah di share yang benarnya, karena coretan ringkasan ini hasil persepsi saya sendiri.

RPP Prakarya-Rekayasa #1

Berikut ini adalah KI dan KD dari mapel Prakarya untuk pilihan Rekayasa.
Sumber KI/KD dari sosialisasi kurikulum 2013 yang dibagikan di sekolah.

No Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk rekayasa di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (gotongroyong, kerjasama, toleran,damai), santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secaraefektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan peduli lingkungan dalam menggali informasi tentang keberagaman produk rekayasa dan kewirausahaan di wilayah setempat dan lainnya
2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri dalam memperkenalkan karya rekayasa di wilayah setempat dan lainnya dan menerapkan wirausaha
2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam memahami kewirausahaan dan membuat karya rekayasa di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika produk akhir untuk membangun semangat usaha
3. Memahami , menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.1 Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
3.2 Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC
3.3 Memahami proses produksi rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC
3.5 Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik
3.7 Memahami proses produksi karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis sikap dan perilaku wirausaha karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik yang dapat mendukung keberhasilan dalam menjalankan sebuah usaha
4. Mengolah, menalar, dan menyaji, dan mencipta dalam ranah konkretdan ranah abstrak terkaitdengan pengembangan dariyang dipelajarinya di sekolahsecara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC berdasarkan konsep dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
4.2 Mendesain prosesproduksi karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.3 Membuat karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai teknik dan prosedur.
4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik DC
4.5 Mendesain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
4.6 Mendesain prosesproduksi karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
4.7 Membuat karya rekayasa sebagai alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai teknik dan prosedur
4.8 Menyajikan hasil analisa sikap dan perilaku wirausaha produk rekayasa alat pengatur gerak sederhana dengan sumber arus listrik/td>

Dan ini adalah rancangan RPP yang saya buat.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Prakarya – Rekayasa
Topik : Wirausaha dan Keberagaman Produk Rekayasa
Pertemuan ke : 1
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti:

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar:

1.1. Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk rekayasa di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan.
2.1. Menunjukkan motivasi internal dan peduli lingkungan dalam menggali informasi tentang keberagaman produk rekayasa dan kewirausahaan di wilayah setempat dan lainnya.
3.1. Mengidentifikasi desain produk dan pengemasan karya rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.4. Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik DC.

C. Indikator:

1. Menjelaskan konsep wirausahawan dan kewirausahaan
2. Mendeskripsikan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan
3. Mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan wirausahawan
4. Mempresentasikan konsep kewirausahaan berdasarkan keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik
5. Mendeskripsikan keberagaman produk rekayasa
6. Mengidentifikasi desain produk rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi, mengamati dan membaca referensi siswa dapat:
1. Menjelaskan konsep wirausahawan dan kewirausahaan
2. Mendeskripsikan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan
3. Mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan wirausaha
4. Mendeskripsikan keberagaman produk rekayasa
5. Mengidentifikasi desain produk rekayasa sebagai alat komunikasi sederhana dengan sumber arus listrik DC
6. Melaporkan dalam bentuk presentasi konsep kewirausahaan berdasarkan keberhasilan tokoh wirausaha produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik

E. Materi Pembelajaran

1. Pengertian wirausahawan dan kewirausahaan
2. Sikap-sikap yang harus dimiliki wirausahawan
3. Keberhasilan dan kegagalan wirausaha
4. Keberagaman produk rekayasa
5. Identifikasi desain produk rekayasa
6. Definisi sumber arus listrik DC
7. Presentasi konsep kewirausahaan

F. Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan: saintifik
Metode: eksplorasi, elaborasi, konfirmasi

G. Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan
  • memberi salam
  • menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Inti
  • menayangkan foto tokoh-tokoh wirausahawan
  • melalui tanya jawab siswa diarahkan kepada konsep wirausaha dan kewirausahaan serta produk rekayasa yang dihasilkan
  • siswa mengamati dan menuliskan hasil pengamatan mereka di buku tugas
  • siswa dibagi ke dalam kelompok. Tugaskan siswa untuk: mencari tahu tokoh-tokoh wirausahawan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi dari negeri sendiri beserta produk rekayasa mereka; Mengidentifikasi penyebab keberhasilan atau kegagalan bisnis dari para pengusaha pemula, Menganalisa sikap yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan
  • Menayangkan beragam produk rekayasa di bidang TIK (telepon genggam, komputer, tablet, dll)
  • Melalui tanya jawab siswa diarahkan untuk mengidentifikasi produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik DC (contoh: telepon genggam)
  • Siswa mengamati dan menganalisa konsep sumber arus listrik DC dan AC
  • Siswa mempresentasikan konsep kewirausahaan berdasarkan keberhasilan tokoh wirausaha produk rekayasa sebagai alat komunikasi dengan sumber arus listrik (contoh: konsep kewirausahaan yang dilakukan Akio Morita dengan produk telepon genggamnya)
Penutup
  • Guru menyempurnakan pengamatan siswa
  • Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran
  • Guru mengakhiri kegiatan belajar

H. Alat/Media/ Sumber Pembelajaran
LCD
Internet
Whiteboard
Buku atau modul

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Tes berupa uraian dan PG (lihat di modul)
2. Non Tes, berupa lembar pengamatan kerja kelompok (terlampir)

Mengetahui Jakarta, …

Kepala Sekolah Guru Mapel 

****
Saya ingin mengarahkan materi kewirausahaan ini kepada industri digital, dimana di Indonesia saat ini sedang tumbuh pesat. Kita cukup sering mendengar berita tentang kemunculan startup-startup berbasis digital yang dirintis oleh anak-anak muda. Bagaimana industri ini berkembang, apa yang harus disiapkan dan dipelajari oleh anak-anak muda itu beserta juga aplikasi yang melingkupinya. Nah, semua ini ingin saya sisipkan ke dalam materi Prakarya Rekayasa, namun saya bingung bagaimana menyiasati KI/KD nya, karena sesuai kurikulum 2013 maka fokus mereka pada elektronika, seperti dicontohkan pada produk rekaya dengan sumber arus listrik DC. Jika KI tidak membatasi pada lingkup sumber arus listrik DC dan menggantinya dengan teknologi barangkali cakupan bahasan saya bisa lebih masuk. Nah, pertanyaan saya adalah bagaimana saya bisa menyiasati ini dengan KI/KD sesuai kurikulum 2013? Tidak bolehkah saya mengganti kata ‘sumber arus listrik DC’ itu dengan teknologi saja?

Barangkali ada saran dari rekan-rekan guru? Terima kasih.

Prakarya TIK

SKKD Mata Pelajaran Prakarya Kelas X
sumber dari sini: Bincang edukasi

Rekayasa

No Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menghayati keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dan keberagaman produk rekayasa di wilayah setempat dan lainnya sebagai anugerah Tuhan
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (gotongroyong, kerjasama, toleran,damai), santun, responsif dan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secaraefektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 2.1 Menunjukkan motivasi internal dan peduli lingkungan dalam menggali informasi tentang keberagaman produk rekayasa dan kewirausahaan di wilayah setempat dan lainnya
2.2 Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri dalam memperkenalkan karya rekayasa di wilayah setempat dan lainnya dan menerapkan wirausaha
2.3 Menghayati sikap bekerjasama, gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif dan inovatif dalam memahami kewirausahaan dan membuat karya rekayasa di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika produk akhir untuk membangun semangat usaha
3. Memahami , menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 3.1 Memahami desain produk dan pengemasan karya rekayasa elektronika praktis berdasarkan konsep berkarya dan peluang usaha dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
3.2 Memahami sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi usaha rekayasa elektronika praktis
3.3 Menganalisis proses produksi usaha rekayasa elektronika praktis di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.4 Memahami pembuatan proposal usaha rekayasa elektronika praktis
3.5 Memahami desain produk dan pengemasan karya rekayasa elektronika dengan kendali otomatis berdasarkan konsep berkarya dan peluang usaha dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
3.6 Memahami sumber daya yang dibutuhkan dalam mendukung proses produksi usaha rekayasa elektronika dengan kendali otomatis
3.7 Menganalisis proses produksi usaha rekayasa elektronika dengan kendali otomatis di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber
3.8 Menganalisis hasil usaha rekayasa elektronika dengan kendali otomatis berdasarkan kriteria keberhasilan usaha
4. Mengolah, menalar, dan menyaji, dan mencipta dalam ranah konkretdan ranah abstrak terkaitdengan pengembangan dariyang dipelajarinya di sekolahsecara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 4.1 Mendesain produk dan pengemasan karya rekayasa elektronika praktis berdasarkan konsep berkarya dan peluang usaha dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya
4.2 Mendesain prosesproduksi karya rekayasa elektronika praktis berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.3 Membuat karya rekayasa elektronika praktis yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai dengan teknik dan prosedur.
4.4 Membuat proposal dan mempraktikkan usaha rekayasa elektronika praktis.
4.5 Mendesain produk dan pengemasan karya rekayasa elektronika dengan kendali otomatis berdasarkan konsep berkarya dan peluang usaha dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.6 Mendesain prosesproduksi karya rekayasa elektronika dengan kendali otomatis berdasarkan identifikasi kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkaryadengan pendekatan budaya setempat dan lainnya.
4.7 Membuat karya rekayasa elektronika dengan kendali otomatis yang berkembang di wilayah setempat dan lainnya sesuai teknik dan prosedur.
4.8 Menyajikan hasil evaluasi usaha rekayasa elektronika dengan kendali otomatis berdasarkan kriteria keberhasilan usaha.

Di atas adalah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari mata pelajaran Prakarya untuk jenjang SMA, kelas IX.

Di sekolah tempat saya mengajar, mata pelajaran TIK tetap diajarkan namun dimasukkan ke dalam mata pelajaran Prakarya. Seperti diketahui di dalam SKKD mata pelajaran Prakarya dibagi menjadi 4 pilihan, yaitu: Kerajinan, Rekayasa, BudiDaya, dan Pengolahan.

Karena sekolah kami menggunakan Kurikulum 2013 (namun tetap ingin mengajarkan mata pelajaran TIK) maka kami menyiasatinya dengan memasukkan pembelajaran TIK ke dalam mata pelajaran Prakarya.

Dari pihak sekolah membebaskan saya untuk berkreasi dengan mata pelajaran baru ini. Maka, baiklah ini rancangan saya, yaitu menetapkan pilihan pada Rekayasa. Karena setelah membaca SKKD yang ada, saya berkesimpulan pilihan Rekayasa lebih mudah untuk diterapkan dalam pembelajaran TIK.

Rekayasa adalah penerapan ilmu pengetahuan di kehidupan nyata. Dalam penerapannya dengan teknologi informasi dan komunikasi, ada banyak kita temui produk rekayasa TIK di dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah: telepon, televisi, internet, komputer, dan lain-lain. Nah, dari sana kita bisa memulai memasukkan materi TIK berikut projek akhirnya sebuah prakarya.

Oke, saya mulai mendapat titik terangnya nih :). Yup, bikin lesson plan dulu ya 🙂

Sosialisasi Kurikulum 2013

Ini tulisan yang tertunda cukup lama. Namun, saya coba menuliskan semampu saya mengingat ya ^-^.

Salinan sosialisasi kurikulum yang saya terima tampaknya tidak banyak berbeda dengan draft kurikulum yang pernah saya unduh di laman bincangedukasi di sini. Landasan Pengembangan Kurikulum yang membagi ke dalam 3 aspek, yaitu Aspek Filosofis, Aspek Yuridis, dan Aspek Konseptual.

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Metodologi
Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), namun pendidikan menyeluruh yang memperhatikan kemampuan sosial, watak, budi pekerti, kecintaan terhadap budaya-bahasa indonesia, dst

Pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek kognitif semata-mata tetapi juga harus mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik secara holistik

RPJMN 2010-2014 Prioritas: Kurikulum
Penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah, dst

Pemberian kewenangan kepada sekolah untuk menyusun silabus tidak dilaksanakan secara optimal, pada umumnya hanya CP.
Ke depan, silabus disusun oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Sekarang, masuk ke dalam topik utama. Fokus Pengembangan Kurikulum 2013. Apa saja? Ini daftarnya:
1. Mengurangi mata pelajaran
2. Mengurangi materi pelajaran
3. Menambah jam belajar
4. Penguatan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi dalam pembelajaran
5. Penguatan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap secara holistik dalan pembelajaran
6. Penguatan pembelajaran siswa aktif, dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu dari berbagai sumber belajar
7. Penguatan penilaian proses dan hasil
8. Tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, dan global

Draft Struktur Kurikulum Peminatan SMA 2013
photo(19)
Ada 2 kelompok yaitu A dan B yang sifatnya wajib. Serta Kelompok C untuk Peminatan. (lihat gambar di atas).

Di SMA, sejak awal masuk siswa akan diarahkan untuk mulai mengambil kelompok C (Peminatan). Ada 3 skenario untuk menentukan minat anak. Pertama: melihat dari nilai UN. Kedua, nilai rapor. Ketiga, bertanya kepada guru BK di sekolah anak yang bersangkutan, dan terakhir tes penempatan sekolah masing-masing.
Guru atau sekolah boleh memilih satu dari banyak skenario yang diberikan.

Tim sosialisasi kemudian memberi contoh sebagai berikut:
Misal seorang anak ingin menjadi dokter maka nilai Matematika dan Ilmu-lmu Alamnya harus bagus. Guru bisa merujuk dari nilai UN SMP siswa tersebut atau melakukan tes penempatan di sekolah. Kemudian mencocokkan.

Setelah didapat hasil dan sesuai maka berikutnya anak harus mengambil mata pelajaran tambahan (di luar mata pelajaran yang ada di kelompok A atau B) berupa mata pelajaran yang ada di dalam peminatan itu. Misal untuk seorang dokter maka mata pelajaran yang ada di peminatan matematika dan ilmu alam adalah: matematika, biologi, fisika, dan kimia. Mata pelajaran ini semua harus diambil oleh siswa.

Selanjutnya, untuk mendukung minatnya itu anak ditanya mau melakukan usaha apa sebagai pendukung profesinya nanti. Misal selain menjadi dokter ia ingin bisnis alat-alat kedokteran. Maka ia perlu belajar bahasa asing, semisal bahasa mandarin. Maka, bahasa mandarin menjadi pilihan lintas minat anak tersebut.

Begitu kira-kira. Tampak mudah, ya? Tentu kalau satu anak. Bayangkanlah jika ratusan anak yang harus kita perhatikan.

Selanjutnya, Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran dan elemen lainnya sama.

Dan mengenai mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, ini yang saya peroleh. Mereka tetap tidak mengatakan mata pelajaran TIK hilang tapi diintegrasikan ke semua mata pelajaran. Guru TIK masih memiliki kesempatan selama 2 tahun untuk mengajar sambil memutuskan untuk alih profesi ke mata pelajaran lain. Karena di tahun ajaran baru 2013-2014 pelajaran TIK tidak lagi diberikan kepada siswa kelas X. Namun kelas XI dan XII masih belajar TIK. Dihilangkan secara perlahan-lahan.

catatan: Namun beberapa sekolah mengambil kebijakan yang berbeda untuk mata pelajaran TIK. TIK dimasukkan sebagai muatan lokal, sehingga kegiatan pembelajaran TIK tidak mengalami perubahan. Itu semua tergantung dari kebijakan sekolah masing-masing.

Saran atas Hilangnya TIK di Kurikulum 2013

Terlebih dahulu tulisan ini bukan bertujuan untuk menolak kurikulum 2013. Dan juga bukan dimaksudkan sebagai aksi untuk menentang dihapuskannya mata pelajaran TIK dari kurikulum 2013. Barangkali sedikit cerita di bawah ini dapat membuka wawasan kita.

Di sebuah harian online, tepatnya di sini, dikisahkan bahwa menteri pendidikan nasional Inggris sedang melakukan revolusi besar-besaran sehubungan dengan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mengapa? Menurut Gove, mengutip dari berita harian tersebut,”kurikulum ICT yang digunakan di sekolah-sekolah Inggris saat ini sebagai ‘tidak memicu motivasi dan membosankan’ karena para siswa belajar pada ketrampilan digital mendasar, seperti word processing atau perangkat lunak untuk menulis.”

Pembelajaran seperti di atas hanya melahirkan generasi pengguna. Sedangkan kita tahu bahwa anak-anak belajar dengan cepat untuk menggunakan sebuah aplikasi. Maka tidak heran jika kemudian sebagian orang berpikir bahwa pelajaran TIK di sekolah tidak perlu ada.

Kembali pada kisah di atas, apakah yang kemudian dilakukan menteri pendidikan nasional Inggris itu? Alih-alih menghapus mata pelajaran TIK di sekolah ia menawarkan 50 beasiswa senilai £20.000 untuk pelatihan guru ICT pada tahun pertama dengan sasaran awal sebanyak 500 guru. Para sarjana yang boleh mengajukan diri untuk bea siswa adalah yang memahami konsep-konsep komputer, seperti algoritma, logika, jaringan data, dan internet.

Gove mengharapkan agar para murid belajar tentang kode komputer sehingga mampu menghasilkan animasi yang sederhana atau membuat aplikasi untuk telepon pintar mereka.

Singkatnya, Cove ingin negaranya menghasilkan generasi pencipta (dan bukan sekedar pemakai aplikasi), seperti Mark Zukenberg penemu facebook, Larry dan Sergey penemu Google, dan lain-lain. Ia berharap akan banyak tumbuh para pengembang aplikasi. Dengan demikian kewirausahaan pun akan terangkat naik yang selanjutnya memajukan ekonomi negara itu sendiri.

Dan Inggris sudah memulainya. Memasuki awal tahun 2013 sekolah-sekolah di Inggris mendapat bantuan sebuah komputer bernama Raspberry. Komputer mini untuk anak belajar berkreasi.
raspberry
Informasi lengkap mengenai Raspberry bisa dibaca di sini. Komputer ini bisa dioprek (apa ya bahasa Indonesianya dioprek? ^-^. Pembelajaran ICT di Inggris memulai era baru dengan TIK Sains-nya.

Saya tiba-tiba teringat dengan kurikulum 2013 yang mengedepankan Sains, karena sains mengambil tema sentral untuk semua mata pelajaran. Sayangnya, mendikbud lebih memilih menghapus mata pelajaran TIK dibanding melakukan perubahan kurikulum TIK dengan pendekatan TIK Sains.

Guru memang bukan segalanya, mereka hanyalah pembuka jalan. Kisah Thomas Suarez, seorang anak laki-laki berumur 12 tahun yang menjadi pengembang aplikasi mungkin bisa menjadi tambahan bacaan yang menarik. Atau kisah remaja yang berusia 17 tahun dan aplikasinya dibeli yahoo di sini.

Sedikit cerita di atas mungkin bisa menjadi pertimbangan di dalam penghapusan mata pelajaran TIK. Pelatihan guru TIK serta perubahan kurikulum untuk mata pelajaran TIK barangkali bisa menjadi solusi yang dapat dipikirkan kembali.

Negara-negara maju sangat menghargai kemajuan teknologi dan pendidikan. Mengutip kalimat Presiden Finlandia bahwa negara yang maju adalah mereka yang mengutamakan pendidikan. Maka, segala kebijakan mengenai pendidikan sepatutnya mengedepankan kepentingan anak didik dan bukan dilandasi oleh kepentingan politis apapun.

TIK di Benua Lain

Sementara kurikulum 2013 berkeinginan untuk menghapus mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi, di belahan dunia lainnya, pemerintah mereka memberikan beasiswa kepada calon guru komputer. Upaya ini mereka lakukan setelah menyadari bahwa pembelajaran ICT yang diberikan di sekolah tidak memicu motivasi. Mengutip perkataan menteri pendidikan Inggris, Gove berikut ini, yang dilansir dari harian online BBC di sini.
“…bahwa kurikulum ICT yang digunakan di sekolah-sekolah Inggris saat ini sebagai ‘tidak memicu motivasi dan membosankan’ karena para siswa belajar pada ketrampilan digital mendasar, seperti word processing atau perangkat lunak untuk menulis.”

Beasiswa akan diberikan kepada sarjana yang memahami konsep-konsep komputer, seperti algoritme, logika, jaringan data, dan internet.

“Jika kita ingin negara menghasilkan pencipta internet Sir Tim Berners-Lee yang berikut, maka kita memerlukan guru komputer yang terbaik di ruang kelas,” lanjut Gove.

Oleh sebab itu Gove mengharapkan agar para murid belajar tentang kode komputer sehingga mampu menghasilkan animasi yang sederhana atau membuat aplikasi untuk telepon pintar mereka.