Category Archives: Materi Pengajaran

HTML5 dan CSS

Materi selanjutnya adalah pengenalan HTML 5 dan CSS. Pengenalan materi ini diperlukan agar siswa nantinya dapat membuat profil perusahaan yang diantaranya berisi laporan kegiatan usaha dalam bentuk portal web dengan alamat domain sendiri (tidak berbayar).

Di kelas X, siswa dari X MIPA 1 dan MIPA 2 telah memperoleh pengenalan materi ini. Sementara X MIPA 3 dan X MIPA 4 belum memperoleh materi HTML 5 dan CSS. Oleh karena di kelas XI saya mengampu mata pelajaran PKWU untuk seluruh XI MIPA maka saya perlu mengulang materi ini. Nah, sekaligus untuk mengingatkan siswa yang pernah belajar bersama saya, maka saya melakukan metode pembelajaran tutor sebaya. Saya tentu saja akan membantu jika diperlukan 🙂

Berikut adalah foto kegiatan pembelajaran tutor sebaya


Karya Siswa – Media Promosi

Berikutnya adalah kompetensi dasar 3.3 dan 4.3 yaitu menghitung HPP dan BEP
dilanjutkan dengan kompetensi dasar 3.4 dan 4.4 yaitu strategi pemasaran

Kompetensi dasar
3.3 Memahami perhitungan titik impas (Break Even Point) usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani
4.3 Menghitung titik impas (Break Even Point) usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani

3.4 Menganalsisi strategi promosi usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani
4.3 Melakukan promosi produk usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan bahan pangan nabati dan hewani

Contoh karya siswa akan digabungkan dalam tabel di bawah ini


Media Promosi offline






Sementara untuk media promosi online siswa diberikan pengenalan pembuatan aplikasi toko online di smartphone dengan menggunakan layanan berbasis online (Web) yang memungkinkan para pengguna membuat Aplikasi Android mereka dari konten sebuah Website, atau bisa disebut Launcher. Di sini siswa memanfaatkan layanan appsgeyser. Tutorial pembuatan appsgeyser dapat dilihat di blog ini juga.
Di bawah ini adalah contoh brosur karya siswa yang telah mencantumkan QR code untuk aplikasi toko online nya.

Siswa juga diberikan pengenalan HTML 5 dan CSS untuk pembuatan profil perusahaan.
Di bawah adalah cuplikan (tangkapan) layar dari profil perusahaan karya siswa atau klik di sini untuk melihat.

Karya Siswa – Sistem Pengolahan

Kompetensi Dasar:
3.2 Menganalsis sistem pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

4.2 Pengolahan, pengemasan, dan pengawetan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya

Pada pertemuan ini siswa menganalisis atau mencari tahu sistem pengolahan makanan khas asli daerah yang akan mereka buat. Komponen-komponen yang ada dalam sistem pengolahan makanan adalah alat dan bahan serta teknik atau metode pengolahan makanan yang telah dipilih oleh setiap kelompok di pertemuan sebelumnya (ketika mereka membuat perencanaan usaha).

Berikut adalah beberapa karya siswa untuk tugas pembuatan sistem pengolahan makanan dalam bentuk grafis





Pertemuan Kesembilan

Pemasaran Produk

Teori dapat dibaca di buku teks PKWU.

Tugas kelompok (Tanggal 26 September 2017):
Buat media pemasaran online dan offline. Untuk online buat aplikasi toko online di android dengan menggunakan layanan berbasis online (Web). Pertama, masuk ke situs appsgeyser di sini. Pilih menu Create App. Selanjutnya, pilih ikon web jika sudah memiliki alamat blog toko online. Di sini nanti kamu hanya perlu memasukkan alamat blog toko onlinemu. Jika belum memiliki blog toko online, pilih ikon Store. Lakukan customize untuk pengaturan template dan lain-lain. Jika telah selesai, maka QR code toko online mu akan ditampilkan. Kamu dapat mendownload file apk untuk aplikasi toko onlinemu. Atau kamu dapat mengunduh kode QR untuk kemudian dimasukkan ke dalam media promosimu (brosur, flyer, dll). Dengan demikian jika ada pelanggan yang tertarik mengunduh aplikasi toko online mu, mereka dapat menscan kode QR di smartphone mereka untuk selanjutnya akan diarahkan untuk mendownload aplikasi toko online mu di ponsel mereka.

Untuk offline silakan buat kartu nama, brosur, flyer atau media promosi lainnya (pilih salah satu). Boleh dibuat dengan menggunakan komputer atau manual.

Jangan lupa nama anggota kelompok dan kelas.
Kirimkan file apk toko online mu ke email Ibu.
Kumpulkan media promosi offline di meja Ibu.
Terima kasih 🙂

Pertemuan Kedelapan

Perhitungan Biaya Pengolahan Makanan

Harga pokok produksi adalah jumlah biaya produksi yang melekat pada persediaan barang jadi sebelum barang tersebut laku dijual. Pengertian harga pokok produksi ini oleh Hadibroto (1990 : 60) adalah Biaya-biaya yang dikorbankan untuk memproses bahan-bahan (termasuk bahan bakunya) atau barang setengah jadi, sampai menjadi akhir untuk siap dijual.

(Teori lanjutan silakan lihat buku teks PKWU)

Contoh perhitungan untuk bisnis Donat

Biaya:
tepung terigu Rp 7.500
ragi instan Rp 1.000
gula pasir Rp 1.500
susu Rp 500
garam Rp 100
air Rp 200
telur Rp 1.000
margarin Rp 1.000
minyak goreng Rp 5.000
gas Rp 3.000
listrik Rp 5.000
bahan pembungkus Rp 50
———
Total biaya Rp 25.850

Misal dengan modal Rp 25.800 bisa menghasilkan 30 buah donat
Maka harga pokok produksi untuk 1 buah donat adalah= 25.850:30=Rp 862

harga jual per donat adalah Rp 1.500
Keuntungan: Penjualan dikurangi biaya= 1500-862=638

BEP=(25.850+1.500)/638=43 buah
Untuk mencapai BEP maka perusahaan harus menjual sebanyak 43 buah donat.

Tugas kelompok (Tanggal 18 September 2017):
Buat analisa perhitungan biaya untuk produk pengolahan makanan yang akan kalian buat (sesuaikan dengan produk prototype makanan setiap kelompok).
Jangan lupa nama anggota kelompok dan kelas.
Kumpulkan di meja Ibu di ruang Guru ya.
Terima kasih

Pertemuan Kelima

Setelah membuat prototype maka langkah berikutnya dalam design thinking adalah melakukan tes dan evaluasi pasar untuk melihat respon target pasar. Tes dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram atau facebook dll. Umumnya siswa lebih menyukai memposting produk prototype mereka di instagram.

Siswa terlebih dahulu diberikan pengetahuan mengenai fotografi secara sederhana, semisal pengaturan cahaya, pangambilan gambar, dan lain-lain agar dapat menghasilkan foto makanan (food fotografi) yang bagus dan layak untuk ditampilkan.

Selanjutnya mereka memposting di sosial media dengan mencantumkan caption untuk produk prototype makanan. Respon pelanggan dapat dilihat dari perolehan like dan terutama comment. Di sini setiap kelompok akan mempresentasikan hasil tes dan evaluasi pasar terhadap produk mereka masing-masing.

Pertemuan Ketiga

Pelaku bisnis ketika akan memulai sebuah usaha maka pertama kali yang perlu mereka pikirkan adalah ide produk. Ide produk dapat diperoleh melalui membaca buku, menonton film, pengalaman, pengamatan. Untuk menggali sebuah ide produk maka seorang pelaku bisnis perlu melakukan suatu cara pemikiran yang kreatif dan inovatif untuk memecahkan sebuah masalah dengan menggunakan design thinking.

Tahapan design thinking ada 5. Slide dapat dilihat di bawah ini.

contoh design thinking karya siswa XI

contoh design thinking karya siswa X

Kegiatan siswa di kelas