Category Archives: Materi Pengajaran

Sistim Produksi #1 #2

Kelas: X
Aspek: Budidaya (Tanaman Hias)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.8 Menganalisis sistem produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
4.8 Memproduksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Pada pertemuan ini setiap kelompok harus memberikan gambaran sistim perbanyakan dari tanaman hias yang akan dibudidayakan. Sistim perbanyakan tersebut meliputi alat dan bahan serta cara pembuatan. Sistim perbanyakan budidaya akan dipaparkan dalam bentuk grafis dan praktik pembuatan pupuk padat dan cair serta sistim perbanyakan dari tanaman hias yang dipilih oleh setiap kelompok.

Berikut gambaran sistim produksi dari beberapa kelompok

Berikut dokumentasi kegiatan praktik pembuatan pupuk dan budidaya perbanyakan tanaman hias

Sistim Produksi #2

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.7 Menganalisis sistem produksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.7 Memproduksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Setelah membuat gambaran sistim produksi dari produk yang aka dibuat, langkah selanjutnya adalah mempraktikkan atau memproduksi produk. Kegiatan pembuatan produk dilakukan di ruang kelas, dilakukan selama 3/4 kali pertemuan.

Berikut dokumentasi kegiatan pembuatan produk konversi energi






Sistim Produksi #1

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.7 Menganalisis sistem produksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.7 Memproduksi peralatan konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Tahapan berikutnya dalam matpel Prakarya dan Kewirausahaan yaitu sistim produksi. Sistim produksi adalah suatu rangkaian dari beberapa elemen yang saling berhubungan dan saling menunjang antara satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sistim produksi juga bisa diartikan sebagai rangkaian operasi yang mengolah atau memproses input berupa bahan mentah (raw material), bahan setengah jadi (intermediate product), part, komponen dan/atau rakitan (subassembly) untuk menghasilkan output bernilai tambah (value added product) atau produk akhir (finished good) dengan mempergunakan sumber daya (resource) dari elemen teknologi (mesin, peralatan, fasilitas produksi dan energi) dan elemen organisasi (tenaga kerja, manajemen, informasi dan modal).

Jadi di sini, setiap kelompok harus memberikan gambaran sistim produksi dari produk yang akan mereka buat. Sistim produksi tersebut meliputi alat dan bahan serta cara pembuatan. Sistim produksi akan dipaparkan dalam bentuk grafis terlebih dahulu.

Berikut gambaran sistim produksi dari beberapa kelompok

Perencanaan Usaha #3

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.6 Memahami proses perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.
4.6 Menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.

Masih dalam penyusunan rencana usaha yaitu membuat model bisnis dalam bentuk lean canvas. Model bisnis adalah gambaran bagaimana perusahaan memperoleh penghasilan. Model bisnis lean canvas disusun dalam 9 blok bangunan, yang terdiri dari Problem, Solution, Customer Segment, Unfair Advantages, Unique Value Preposition, Key Metrics, Channels, Cost Structure, dan Revenue Stream.

Berikut model bisnis buatan siswa


Perencanaan Usaha #3

Kelas: X
Aspek: Budidaya (Tanaman Hias)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.7 Memahami perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.7 Menyusun perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Masih dalam penyusunan rencana usaha yaitu membuat model bisnis dalam bentuk lean canvas. Model bisnis adalah gambaran bagaimana perusahaan memperoleh penghasilan. Model bisnis lean canvas disusun dalam 9 blok bangunan, yang terdiri dari Problem, Solution, Customer Segment, Unfair Advantages, Unique Value Preposition, Key Metrics, Channels, Cost Structure, dan Revenue Stream.

Berikut model bisnis buatan siswa




Perencanaan Usaha #2

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.6 Memahami proses perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.
4.6 Menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.

Tahap berikutnya dalam penyusunan rencana usaha adalah design thinking.
Pada tahap ini setiap kelompok memikirkan dan mendiskusikan ide produk konversi energi yang kreatif dan inovatif serta dapat memberi nilai jual. Mereka harus memaparkan latarbelakang pemilihan produk serta solusi yang ingin mereka tawarkan dari produk yang akan dibuat. Keseluruhan tahapan design thinking dijabarkan dalam bentuk visual dan grafis.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan dan karya design thinking untuk produk rekayasa konversi energi.




Pertemuan 2 & 3 (Semester Genap)

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.6 Memahami proses perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.
4.6 Menyusun perencanaan usaha bidang konversi energi meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran.

Setelah merancang logo perusahaan beserta visi dan misi serta menyusun strukturtur organisasi perusahaan maka selanjutnya adalah membuat presentasi manual mengenai materi dari aspek PKWU yang dipilih yaitu konversi energi. Pada presentasi ini dipaparkan juga produk konversi energi yang akan diproduksi oleh masing-masing kelompok.
Selanjutnya, setiap kelompok akan memberikan masukan berupa saran dan kritik terhadap presentasi kawan-kawan mereka lainnya. Sebagai feedback, maka setiap kelompok akan memaparkan presentasi mereka disertai tanggapan terhadap kritik dan saran dari kelompok lainnya.

Dokumentasi kegiatan pembuatan presentasi

Kegiatan metode pembelajaran Gallery Walk

Kegiatan Presentasi

Kelompok dan karya presentasi mereka

Pertemuan 1 (Smt Genap)

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.6 Memahami perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produk rekayasa konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.6 Menyusun perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produk rekayasa konversi energi berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Pada pertemuan 1 ini siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Siswa boleh membuat kelompok baru atau meneruskan kelompok yang sama ketika di semester ganjil.

Siswa bekerjasama merancang nama perusahaan, logo, tagline serta filosofi perusahaan beserta misi dan visi perusahaan.

Slide dapat diunduh di sini.

Perencanaan Usaha #2 Kelas X

Kelas: X
Aspek: Budidaya (Tanaman Hias)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.7 Memahami perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.7 Menyusun perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Tahap berikutnya dalam penyusunan rencana usaha adalah design thinking.
Pada tahap ini setiap kelompok memikirkan dan mendiskusikan ide produk tanaman hias yang kreatif dan inovatif serta dapat memberi nilai jual. Mereka harus memaparkan latarbelakang pemilihan produk serta solusi yang ingin mereka tawarkan dari produk yang akan dibuat. Keseluruhan tahapan design thinking dijabarkan dalam bentuk visual dan grafis.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan dan karya design thinking untuk produk tanaman hias.



Pertemuan 2 & 3 (Semester Genap)

Kelas: X
Aspek: Budidaya (Tanaman Hias)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.7 Memahami perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk produksi tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
4.7 Menyusun perencanaan usaha yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran untuk tanaman hias berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

Setelah merancang logo perusahaan beserta visi dan misi serta menyusun strukturtur organisasi perusahaan maka selanjutnya adalah membuat presentasi manual mengenai materi dari aspek PKWU yang dipilih yaitu budidaya tanaman hias. Pada presentasi ini dipaparkan juga produk tanaman hias yang akan dibudidayakan oleh masing-masing kelompok.
Selanjutnya, setiap kelompok akan memberikan masukan berupa saran dan kritik terhadap presentasi kawan-kawan mereka lainnya. Sebagai feedback, maka setiap kelompok akan memaparkan presentasi mereka disertai tanggapan terhadap kritik dan saran dari kelompok lainnya.

Dokumentasi kegiatan pembuatan presentasi


Karya presentasi manual




Kegiatan metode pembelajaran Gallery Walk

Kegiatan Presentasi

Kelompok dan karya presentasi mereka