Category Archives: Materi Pengajaran

Ulangan Design Thinking

Berbarengan dengan tugas saya mendampingi tim PKWU yang berhasil mewakili DKI Jakarta untuk mengikuti lomba Fiksi Kewirausahaan di Yogyakarta pada tanggal 1-6 Oktober 2018, maka saya memberikan tugas individu kepada murid-murid saya untuk membuat design thinking. Tugas ini bertujuan untuk melihat pemahaman mereka mengenai tahapan-tahapan yang ada pada design thinking.

Setiap siswa mencari masalah yang ada di lingkungan mereka dan mencarikan solusinya. Berikut adalah beberapa hasil pekerjaan mereka.

Kelas X dan XI






Pertemuan 5: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Pada pertemuan ini masing-masing kelompok membuat rencana bisnis yang dijabarkan dalam model bisnis Lean Canvas.
Berikut adalah tugas kelompok
(foto menyusul ya, insya Allah)

Pertemuan 5: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Pada pertemuan ini setiap kelompok membuat rencana bisnis. Rencana bisnis dijabarkan dalam model bisnis Lean Canvas.
Berikut adalah tugas siswa pembuatan rencana bisnis untuk produk pengolahan makanan tradisional.

Pertemuan 4: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Pada pertemuan ini siswa membuat prototipe produk pengolahan makanan yang telah mereka tentukan pada desain thinking. Prototipe dibuat dalam bentuk 3D mockup dengan menggunakan berbagai bahan seperti clay, playdough, bubur kertas, dan lain-lain. Prototipe produk disertai dengan kemasannya diposting di akun IG beserta deskripsi produk, nama anggota dan kelas.

Berikut adalah karya siswa

View this post on Instagram

▶Kang Rama, a traditional food company 🍴◀ ★★★————————————————————★★★ 🔊 Hai! Ketemu lagi, nih dengan kami. Kali ini kami akan menampilkan prototype dari produk yang akan kami produksi, yaitu coMel dan misQueen, serta kemasan yang akan digunakan. Jadi yang di atas ini adalah produk kami, yaitu coMel «comro Millenial», #ComronyaParaMillenial. coMel tidak akan seperti comro pada umumnya, karena coMel menggunakan isi-isian yang cocok di lidah kaum millenial, seperti sosis, smoked beef, telur asin, dan masih ada varian lainnya. Tapi jika kalian adalah #TeamComroOriginal, kalian tidak perlu takut karena kami juga menyediakan rasa Original. Apakah kalian #CheeseLovers?Jika iya, kami juga menyediakan coMell (double L) «comro Meller», yaitu coMel yang diberi topping tambahan berupa keju mozzarella dan parutan keju cheddar. Prototype yang kami tampilkan diatas ini adalah coMel isi sosis-mayo dan coMel isi smoked beef-telur dengan topping saus sambal dan mayo. Bagaimana menurut kalian? Jika kalian memiliki kritik, saran, komentar, ataupun pertanyaan, jangan ragu untuk memberitahu kami di kolom komentar di bawah ini, yaa… 👍 — @enggard

A post shared by KangRama.id — XI IPA 1 (@kangramaid) on

View this post on Instagram

First prototype look. @enggard

A post shared by Kue Pancong Oke (@kucong_oke) on

Pertemuan 4: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Setiap kelompok membuat prototipe produk kerajinan yang telah mereka tetapkan dalam desain thhinking dalam bentuk 3D. Prototipe tersebut kemudian diposting dalam akun IG kelompok dilengkapi dengan deskripsi produk, nama anggota kelompok dan kelas.

Tujuan dipostingnya produk dalam akun IG bertujuan untuk melakukan tes pada target pasar. Tes (story tell) adalah tahapan ke-lima pada desain thinking.

Berikut adalah karya siswa prototipe produk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda.

Pertemuan 2,3: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Masih di KD yang sama, Guru menjelaskan mengenai design thinking sebagai cara berpikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah. Siswa belajar merumuskan masalah yang ada di lingkungannya untuk kemudian dicarikan solusinya melalui produk yang akan dibuat.

Teori design thinking dapat dibaca di buku paket PKWU dari Penerbit Srikandi Empat kelas XI.



Pertemuan 2,3: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Masih di KD yang sama, Guru menjelaskan mengenai design thinking sebagai cara berpikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah. Siswa belajar merumuskan masalah yang ada di lingkungannya untuk kemudian dicarikan solusinya melalui produk yang akan dibuat.

Teori design thinking dapat dibaca di buku paket PKWU dari Penerbit Srikandi Empat kelas XI.

Berikut dokumentasi kegiatan siswa dan karya design thinking untuk produk pengolahan makanan khas daerah.



Pertemuan 1: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha
4.1 Mengidentifikasi karakteristik wirausaha berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha

3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka ditentukan aspek yang akan dipelajari yaitu Kerajinan.

Seperti telah dipaparkan dalam silabus maka materi untuk kerajinan di semester ganjil kelas X adalah kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda.

Setelah siswa mengetahui topik utama yang akan dipelajari maka siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 anggota, yaitu:
1. CEO (Chief Executive Officer)
2. COO (Chief Operational Officer)
3. CTO (Chief Technical Officer)
4. CMO (Chief Marketing Officer)
5. CFO (Chief Financial Officer)
6. wakil penjualan

Pada pertemuan ini setiap kelompok juga diingatkan untuk membuat dokumentasi setiap pertemuan. Dokumentasi yang disertai dengan narasi ini harus dicatat dalam sebuah buku jurnal harian. Selain itu setiap kelompok juga mempersiapkan buku keuangan yang berisi catatan untuk setiap pengeluaran yang dikeluarkan dalam kegiatan pembelajaran, semisal biaya untuk membeli kertas gambar, sampai biaya pembuatan produksi produknya.
Siswa juga ditugaskan untuk mencari sumber dana sendiri. Sumber dana bisa diperoleh melalui penjualan botol bekas minuman, mengumpulkan majalah atau koran bekas, dan lain-lain.

Lanjut ke pertemuan berikutnya, Guru menceritakan kisah pelaku wirausaha. Guru meminta siswa mengidentifikasi karakter wirausahawan yang ada pada contoh pelaku wirausaha.

Pertemuan 1: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka dilakukan voting untuk memilih satu aspek dari 4 aspek yang ada dalam PKWU, yaitu Keterampilan, Rekayasa, Budidaya, dan Pengolahan maka pilihan jatuh pada aspek Pengolahan makanan.

Seperti telah dipaparkan dalam silabus maka materi untuk pengolahan makanan di semester ganjil kelas XI adalah pengolahan makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani.

Setelah siswa mengetahui topik utama yang akan dipelajari maka siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 anggota, yaitu:
1. CEO (Chief Executive Officer)
2. COO (Chief Operational Officer)
3. CTO (Chief Technical Officer)
4. CMO (Chief Marketing Officer)
5. CFO (Chief Financial Officer)
6. wakil penjualan

Pada pertemuan ini setiap kelompok juga diingatkan untuk membuat dokumentasi setiap pertemuan. Dokumentasi yang disertai dengan narasi ini harus dicatat dalam sebuah buku jurnal harian. Selain itu setiap kelompok juga mempersiapkan buku keuangan yang berisi catatan untuk setiap pengeluaran yang dikeluarkan dalam kegiatan pembelajaran, semisal biaya untuk membeli kertas gambar, sampai biaya pembuatan produksi produknya. Siswa juga ditugaskan untuk mencari sumber dana sendiri. Sumber dana bisa diperoleh melalui penjualan botol bekas minuman, mengumpulkan majalah atau koran bekas, dan lain-lain.

Sementara ini dulu, lanjut ke pertemuan berikutnya.

Media Promosi & Evaluasi Kegiatan Usaha

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.9 Menganalisis startegi promosi produk usaha bidang konversi energi.
4.9 Melakukan promosi produk usaha bidang konversi energi.

3.10 Menganalisis laporan kegiatan usaha bidang konversi energi
4.10 Menyusun laporan kegiatan usaha bidang konversi energi

Untuk KD 3.10 diimplementasikan dalam bentuk aplikasi atau game yang dilampirkan di dalam media promosi dalam bentuk kode QR.

Berikut adalah contoh karya siswa