Slide Pengajaran PKWU

Hari Kamis tanggal 13 September saya memberikan workshop bertema Pembekalan Pengajaran Kewirausahaan untuk Guru SMA di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Kep. Seribu di Gedung Dinas Kependidikan.

Bermula dari kesempatan sekolah kami memperoleh dana bantuan dari Pemerintah untuk program kewirausahaan setahun yang lalu, program sekolah kewirausahaan yang kami rancang memperoleh apresiasi dari Bapak Husin. Beliau adalah Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA di Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta. Saya sendiri tidak menyangka bahwa respon yang Beliau berikan sangat positif. Selanjutnya Beliau mengajak saya dan Bu Annisa untuk bercakap-cakap mengenai keinginan Beliau menyusun buku berkaitan dengan KBM PKWU yang telah saya terapkan di SMAN 71. Dan, melalui Beliau pula saya berkenalan dengan Pak Tato, penggagas untuk kegiatan workshop ini.

Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengajaran kewirausahaan kepada guru-guru PKWU yang ada di DKI Jakarta dan Kep. Seribu. Luar biasa semangat guru-guru dari Kep. Seribu ini. Saya kagum dengan tekad dan niat mereka untuk belajar. Mereka juga aktif bertanya ketika melihat mini galeri PKWU SMAN 71 yang dipamerkan di ruangan itu. Bahkan seorang guru fisika dari Kep. Seribu kemudian membantu untuk memperbaiki proptotipe kincir angin yang sempat rusak. Terima kasih ya Pak :).


Dan, memenuhi keinginan peserta workshop, slide presentasi saya tayangkan di sini ya Bapak/Ibu Guru. Anda dapat mengunduhnya secara gratis. Semoga bermanfaat.

Terima kasih untuk semuanya. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat. Amin yra.

Berikut slide,

Pertemuan 4: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka ditentukan aspek yang akan dipelajari yaitu Kerajinan.

Pada pertemuan ini siswa membuat prototipe produk pengolahan makanan yang telah mereka tentukan pada desain thinking. Prototipe dibuat dalam bentuk 3D mockup dengan menggunakan berbagai bahan seperti clay, playdough, bubur kertas, dan lain-lain. Prototipe produk disertai dengan kemasannya diposting di akun IG beserta deskripsi produk, nama anggota dan kelas.

Berikut adalah karya siswa

View this post on Instagram

▶Kang Rama, a traditional food company 🍴◀ ★★★————————————————————★★★ 🔊 Hai! Ketemu lagi, nih dengan kami. Kali ini kami akan menampilkan prototype dari produk yang akan kami produksi, yaitu coMel dan misQueen, serta kemasan yang akan digunakan. Jadi yang di atas ini adalah produk kami, yaitu coMel «comro Millenial», #ComronyaParaMillenial. coMel tidak akan seperti comro pada umumnya, karena coMel menggunakan isi-isian yang cocok di lidah kaum millenial, seperti sosis, smoked beef, telur asin, dan masih ada varian lainnya. Tapi jika kalian adalah #TeamComroOriginal, kalian tidak perlu takut karena kami juga menyediakan rasa Original. Apakah kalian #CheeseLovers?Jika iya, kami juga menyediakan coMell (double L) «comro Meller», yaitu coMel yang diberi topping tambahan berupa keju mozzarella dan parutan keju cheddar. Prototype yang kami tampilkan diatas ini adalah coMel isi sosis-mayo dan coMel isi smoked beef-telur dengan topping saus sambal dan mayo. Bagaimana menurut kalian? Jika kalian memiliki kritik, saran, komentar, ataupun pertanyaan, jangan ragu untuk memberitahu kami di kolom komentar di bawah ini, yaa… 👍 — @enggard

A post shared by KangRama.id — XI IPA 1 (@kangramaid) on

View this post on Instagram

First prototype look. @enggard

A post shared by Kue Pancong Oke (@kucong_oke) on

Pertemuan 4: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Setiap kelompok membuat prototipe produk kerajinan yang telah mereka tetapkan dalam desain thhinking dalam bentuk 3D. Prototipe tersebut kemudian diposting dalam akun IG kelompok dilengkapi dengan deskripsi produk, nama anggota kelompok dan kelas.

Tujuan dipostingnya produk dalam akun IG bertujuan untuk melakukan tes pada target pasar. Tes (story tell) adalah tahapan ke-lima pada desain thinking.

Berikut adalah karya siswa prototipe produk kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda.

Pertemuan 2,3: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Masih di KD yang sama, Guru menjelaskan mengenai design thinking sebagai cara berpikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah. Siswa belajar merumuskan masalah yang ada di lingkungannya untuk kemudian dicarikan solusinya melalui produk yang akan dibuat.

Teori design thinking dapat dibaca di buku paket PKWU dari Penerbit Srikandi Empat kelas XI.



Pertemuan 2,3: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka ditentukan aspek yang akan dipelajari yaitu Kerajinan.

Masih di KD yang sama, Guru menjelaskan mengenai design thinking sebagai cara berpikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah. Siswa belajar merumuskan masalah yang ada di lingkungannya untuk kemudian dicarikan solusinya melalui produk yang akan dibuat.

Teori design thinking dapat dibaca di buku paket PKWU dari Penerbit Srikandi Empat kelas XI.

Berikut dokumentasi kegiatan siswa dan karya design thinking untuk produk pengolahan makanan khas daerah.



Pertemuan 1: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil risiko) dalam menjalankan kegiatan usaha
4.1 Mengidentifikasi karakteristik wirausaha berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha

3.2 Memahami perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda (misal: cerita rakyat, mitos, simbol, tarian, pantun dan upacara adat ) yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka ditentukan aspek yang akan dipelajari yaitu Kerajinan.

Seperti telah dipaparkan dalam silabus maka materi untuk kerajinan di semester ganjil kelas X adalah kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda.

Setelah siswa mengetahui topik utama yang akan dipelajari maka siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 anggota, yaitu:
1. CEO (Chief Executive Officer)
2. COO (Chief Operational Officer)
3. CTO (Chief Technical Officer)
4. CMO (Chief Marketing Officer)
5. CFO (Chief Financial Officer)
6. wakil penjualan

Pada pertemuan ini setiap kelompok juga diingatkan untuk membuat dokumentasi setiap pertemuan. Dokumentasi yang disertai dengan narasi ini harus dicatat dalam sebuah buku jurnal harian. Selain itu setiap kelompok juga mempersiapkan buku keuangan yang berisi catatan untuk setiap pengeluaran yang dikeluarkan dalam kegiatan pembelajaran, semisal biaya untuk membeli kertas gambar, sampai biaya pembuatan produksi produknya.
Siswa juga ditugaskan untuk mencari sumber dana sendiri. Sumber dana bisa diperoleh melalui penjualan botol bekas minuman, mengumpulkan majalah atau koran bekas, dan lain-lain.

Lanjut ke pertemuan berikutnya, Guru menceritakan kisah pelaku wirausaha. Guru meminta siswa mengidentifikasi karakter wirausahawan yang ada pada contoh pelaku wirausaha.

Pertemuan 1: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan

Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan)
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Inti 4 (Keterampilan)
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran
4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Pada pertemuan ini setelah Guru menjelaskan mengenai pembelajaran PKWU serta tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran ini maka dilakukan voting untuk memilih satu aspek dari 4 aspek yang ada dalam PKWU, yaitu Keterampilan, Rekayasa, Budidaya, dan Pengolahan maka pilihan jatuh pada aspek Pengolahan makanan.

Seperti telah dipaparkan dalam silabus maka materi untuk pengolahan makanan di semester ganjil kelas XI adalah pengolahan makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani.

Setelah siswa mengetahui topik utama yang akan dipelajari maka siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 6 anggota, yaitu:
1. CEO (Chief Executive Officer)
2. COO (Chief Operational Officer)
3. CTO (Chief Technical Officer)
4. CMO (Chief Marketing Officer)
5. CFO (Chief Financial Officer)
6. wakil penjualan

Pada pertemuan ini setiap kelompok juga diingatkan untuk membuat dokumentasi setiap pertemuan. Dokumentasi yang disertai dengan narasi ini harus dicatat dalam sebuah buku jurnal harian. Selain itu setiap kelompok juga mempersiapkan buku keuangan yang berisi catatan untuk setiap pengeluaran yang dikeluarkan dalam kegiatan pembelajaran, semisal biaya untuk membeli kertas gambar, sampai biaya pembuatan produksi produknya. Siswa juga ditugaskan untuk mencari sumber dana sendiri. Sumber dana bisa diperoleh melalui penjualan botol bekas minuman, mengumpulkan majalah atau koran bekas, dan lain-lain.

Sementara ini dulu, lanjut ke pertemuan berikutnya.

Media Promosi & Evaluasi Kegiatan Usaha

Kelas: XI
Aspek: Rekayasa (Konversi Energi)
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.9 Menganalisis startegi promosi produk usaha bidang konversi energi.
4.9 Melakukan promosi produk usaha bidang konversi energi.

3.10 Menganalisis laporan kegiatan usaha bidang konversi energi
4.10 Menyusun laporan kegiatan usaha bidang konversi energi

Untuk KD 3.10 diimplementasikan dalam bentuk aplikasi atau game yang dilampirkan di dalam media promosi dalam bentuk kode QR.

Berikut adalah contoh karya siswa

Tugas Akhir Kelas X dan XI

Untuk kelas X dan kelas XI, mengingatkan kembali tugas akhir. Tolong semua tugas sudah dituntaskan dalam minggu ini.

Kelas X tugas yang harus dikumpul:
1. Posting promosi produk di IG. Mention Ibu dan jangan lupa tuliskan nama anggota dan kelas. Lihat tugas kelompok kawanmu yang sudah mengumpulkan di sini.
2. Poster atau media promosi offline, disertai lampiran kode QR yang berisi link untuk kuis atau game di dalam poster.
3. Kumpulkan buku jurnal harian offline di meja ibu ya.

Kelas XI
1. Posting produk konversi energi di IG. Mention Ibu dan jangan lupa tuliskan nama anggota dan kelas. Lihat tugas kelompok kawanmu yang sudah mengumpulkan di sini.
2. Poster atau media promosi offline, disertai lampiran kode QR yang berisi link untuk kuis atau game di dalam poster.

Pemasaran Tanaman Hias

Kelas: X
Aspek: Tanaman hias
Semester: Genap

Kompetensi Dasar:
3.9 Menganalisis pemasaran produk usaha budidaya tanaman hias secara langsung
4.9 Memasarkan produk usaha budidaya tanaman hias secara langsung

Berikut ini adalah karya siswa yang telah mengumpulkan tugas mereka.

Haloo pasti kalian bingung kann tanaman apa diatas ❓❓ Jadii tanaman diatas adalah Tillandsia ionantha 🌿🌿 Tanaman ini adalah tanaman asli meksiko, yang kemudian masuk le Indonesia pada akhir tahun 90' ⠀ Tillandsia memiliki penampilan yang menarik 😆😆 ⠀ Bahkan warna dari batang ke akar berwarna warni lohhh 🌈 ⠀ Berikut manfaat dari Tillandsia ✔️ Bisa menambah estetika ruangan 💯 ✔️Bisa mempersegar ruangan 🍃 ✔️Tidak butuh disiram setiap hari [cocok untuk kamu para pekerja!] ⠀ Wihh mancay juga kan manfaatnya 😄 ⠀ ⠀ Selain itu, kami menggunakan bahan packaging dari kertas sehingga ramah lingkungan dan mudah terurai♻️ ⠀ Jika kalian membeli produk Tillandsia kami, kalian juga akan mendapatkan panduan merawat Tillandsia loh🤩[foto terakhir]

A post shared by Flolis by Suvarnadvipa (@flolisbysc) on