Category Archives: Uncategorized

Ujian Praktik di Masa PJJ

Bagaimana ujian praktik PKWU di masa pandemi? Saya menugaskan siswa untuk membuat design thinking. Untuk semester ini aspek yang saya tentukan adalah pengolahan makanan fungsional.

Soal saya berikan sebelum hari H. Siswa silakan membaca artikel atau mencari literatur yang berkaitan dengan aspek pengolahan makanan fungsional. Mereka juga boleh menyiapkan jauh-jauh hari. Khawatir anak mencontek? Nggak lah. Design thinking melatih anak untuk bernalar dan memecahkan masalah. Dan melatih anak untuk mengungkapkan pendapat atau gagasan melalui tulisan.

Sering-sering berlatih membuat atau membaca design thinking bisa melatih kita untuk membaca paper yang panjang-panjang loh ;). Untuk jangka pendek bisa dijadikan persiapan untuk berhadapan dengan tes asesmen nasional.

Ok, balik ke topik. Ini soal uprak untuk siswa-siswa saya.
Soal PKWU. Aspek: Pengolahan makanan fungsional. Buatlah design thinking untuk produk pengolahan makanan fungsional meliputi ide dan peluang usaha.

Pedoman penskoran

Dan ini contoh beberapa karya mereka

Sederhananya, saya menjelaskan design thinking kepada anak-anak seperti ini.

Ada 4 (5 bahkan lebih) tahapan design thinking. Tetapi saya cukup mengambil 4 saja. Tahapan design thinking bisa dimulai dari mana saja. Namun agar lebih mudah kita mulai dari tahapan seperti di bawah ini ya. Oya, dalam tahapan pengujian, design thinking bisa dilakukan secara berulang dan dapat dimulai dari langkah yang mana saja.

Karena pelajaran kita PKWU, maka kita akan menempatkan diri sebagai pelaku bisnis untuk mengambil keputusan. Jangan lupa, design thinking adalah cara kreatif dan inovatif untuk memecahkan sebuah masalah.

Tahapan design thinking

  1. Empati, pada tahap ini kamu dapat mengumpulkan informasi melalui pengamatan, data atau melakukan wawancara. Pada tahap ini, kamu menuliskan fakta yang kamu temui atau data yang kamu peroleh.
  2. Define, adalah masalah yang dapat kamu temukan di kondisi empati. Masalah itu boleh lebih dari satu.
  3. Ideate, di sini kamu mencantumkan solusi yang ingin ditawarkan untuk masalah yang telah kamu tuliskan di tahap define. Solusi boleh satu atau lebih jika ide produkmu bisa menyelesaikan semua masalah tersebut. Tuliskan solusi yang ingin kamu eksekusi di urutan teratas (jika lebih dari satu).
  4. Prototype. Untuk produk barang maka cukup dibuatkan sketsanya. Untuk produk jasa buatkan alurnya. Misal: produk aplikasi. Buat flow chart cara penggunaan aplikasi tersebut.

    Sebagai contoh:

Empati
Saya mengamati di sebuah sekolah banyak anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan air

Define
Anak-anak bermain sepak bola menggunakan botol kemasan itu sangat berbahaya, bukan? Kira-kira masalahnya apa mereka menggunakan botol kemasan air sebagai bola? Mereka menggunakan botol kemasan air karena tidak mempunyai bola. (catatan: yang ditebalkan itu adalah masalah yang kamu temui di kondisi empati)

Ideate
Bikin bola, beli bola atau sewa bola (list berdasar prioritas produk yang akan kamu buat. Sebagai pelaku bisnis tentunya kamu memilih pilihan ide yang memiliki nilai lebih dan menghasilkan donk, yaitu bikin bola). Mengapa bikin bola? Jelaskan pertimbangan dari keputusanmu sebagai pelaku bisnis di sini.

Prototipe
Gambar solusi (ide produk) yang kamu ingin tawarkan sebagai pelaku bisnis

Hmm, apakah design thinking bisa diterapkan di mata pelajaran lainnya? Tentu saja bisa. Anda cukup menentukan peran apa yang ingin siswa Anda lakoni. Peran akan menentukan solusi yang akan diambil. Misal, apakah perannya sebagai pelaku bisnis, ibu rumah tangga, insinyur, mahasiswa, dan lainnya. Sebagai contoh, diberikan data mengenai jumlah sampah plastik yang ada di lautan. Solusi yang diberikan pasti berbeda-beda tergantung peran yang dilakoni oleh setiap orang.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat 🙂

Pertemuan 1 #PJJ 2021

Aspek: Pengolahan Makanan (Kelas XI: Makanan Internasional, Kelas XII: Makanan Fungsional)

Kelas: XI dan XII

Kompetensi Inti:

3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar: (kelas XI)

3.6 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.6 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

3.7 Menganalisis sistem pengolahan makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat 

4.7 Mengolah/membuat makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3.8 Menganalisis laporan kegiatan usaha pengolahan makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani

4.8 Menyusun laporan kegiatan usaha  pengolahan makanan internasional dari bahan pangan nabati dan hewani

Kompetensi Dasar: (Kelas XII)

3.6 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan fungsional meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

4.6 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan fungsional meliputi ide dan peluang

3.7 Menganalisis sistem pengolahan makanan fungsional berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat 

4.7 Mengolah/membuat makanan fungsional berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

3.8 Mengevaluasi kegiatan usaha pengolahan makanan fungsional

4.8 Menyusun rencana pengembangan usaha pengolahan makanan fungsional

3.9 Menganalisis media promosi produk usaha pengolahan makanan fungsional

4.9 Merancang media promosi produk usaha pengolahan makanan fungsional

Untuk kelas XI, saya memilih 3 KD dan untuk kelas XII ada 4 KD yang saya pilih untuk semester genap 2021 di masa PJJ. Pada semester ini, materi baru yang saya berikan adalah membuat situs sebagai sarana media promosi sekaligus laporan kegiatan usaha setiap kelompok.

Kompetensi 3.6, siswa ditugaskan untuk menyusun perencanaan usaha, seperti biasa membuat tahapan ide produk menggunakan design thinking dan membuat rencana bisnis menggunakan model kanvas.

Kompetensi 3.7, Siswa membuat video rekaman pengolahan salah satu menu makanan atau minuman yang diproduksi (diolah) dan diupload di media sosial.

Kompetensi 3.8, Siswa membuat laporan kegiatan usaha yang telah mereka lakukan ke dalam situs (yang dibuat sendiri menggunakan pemrograman HTML, CSS, dan javascript). (catatan: untuk Bapak Ibu Guru yang mengajar di matpel lain bisa menugaskan siswa membuat laporan kegiatan usaha di blog menggunakan blogger atau wordpress.com yang lebih mudah penggunaannya dan cukup familiar untuk peserta didik. Mereka bisa mengeksplorasi sendiri).

Kompetensi 3.9, Siswa kelas XII sekaligus menggunakan halaman situs laporan kegiatan usahanya sebagai media promosi.

Berikut adalah slide 1 dan video tutorial pembuatan halaman situs. Semoga bermanfaat.

Semester Genap 2020-2021

Kelas: XII

Aspek: Pengolahan

Kompetensi Dasar (Pengetahuan)

3.1 Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Kompetensi Dasar (Keterampilan)

4.1 Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Semester genap 2021 semua sekolah di DKI Jakarta disarankan untuk masih melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Berikut ini adalah pembelajaran PKWU yang akan saya terapkan kepada siswa-siswa saya, yaitu mengenalkan pada mereka profesi masa depan yang bisa mereka pilih kelak. Apa itu? Web developer. Penjelasan mengenai pengertian web developer ada di posting sebelumnya ya. Web developer termasuk ke dalam pilihan karir yang menjanjikan di masa depan loh. Nggak percaya? Coba lihat di sini.

sumber: https://www.instagram.com/p/CGNA7CPgHDi/

Di sini mereka akan membuat laporan kegiatan usaha yang telah mereka lakukan dalam format online, tepatnya membuat situs profil perusahaan. Oleh karena itu, sebelum masuk ke dalam ranah pemrograman, siswa akan dibagi ke dalam kelompok, Setiap kelompok harus mempersiapkan 1 folder untuk menyimpan semua berkas (file) untuk kelengkapan situs company profile mereka nantinya.

Tahapan yang dilakukan siswa

  1. Membuat perencanaan usaha menggunakan design thinking untuk menggali ide produk dan membuat rencana usaha dengan model bisnis kanvas.
  2. Membuat logo, merancang filosofi logo, menentukan visi dan misi perusahaan (untuk halaman pertama web).
  3. Membuat narasi tentang anggota kelompok dan pembagian tugas setiap anggota kelompok (untuk halaman kedua web).
  4. Membuat produk dan mendokumentasikannya ke dalam foto dan video (IGTV, youtube), membuat daftar menu (untuk halaman ketiga web)
  5. Mempelajari HTML, CSS dan javascript untuk memasukkan semua file yang telah disusun di atas.
  6. Melakukan uploading web ke free web hosting.
  7. Tadaaa…. situs company profile telah tayang 🙂

Sebagai contoh, silakan lihat contoh company profile ibu guru di sini ya 🙂

Semester Genap – Let’s Start Coding, kids :)

Seperti kalian ketahui, dunia berubah dengan sangat cepat seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Robotisasi dan otomatisasi bermunculan. Oleh karena itu manusia dituntut untuk dapat lebih memaksimalkan otaknya untuk berpikir logis dengan data, terstruktur dan sistematis (yang merupakan konsep dasar berpikir komputasi). Nah, cara untuk melatih otak kita berpikir komputasi adalah melalui pemrograman.

Di semester ganjil ini kalian akan belajar menjadi seorang web developer. Apa itu web developer? Dikutip dari sini, web developer atau pengembang web adalah mereka yang bekerja untuk merancang, membuat, dan memelihara situs web dan aplikasi web. Jadi bisa diartikan pengembang web adalah seseorang yang berhubungan dengan pembuatan suatu website.

Pengembang web dibagi menjadi tiga yaitu Frontend, backend, dan fullstack.

Frontend Web Developer adalah pengembang web yang bertugas mendesain dan membangun antarmuka web. Frontend developer juga bertanggung jawab dalam membangun bagian interface dari sisi user.  Seorang Frontend Developer harus menguasai beberapa bahasa pemrograman, dan hal ini hukumnya wajib. Apa saja sih yang harus dikuasai Front End Developer? Yang pertama yaitu HTML, kemudian CSS dan Javascript

Backend Web Developer adalah seseorang yang bertugas mengelola bagian sisi dalam website seperti server, aplikasi dan database. Seorang backend developer bertugas melakukan perhitungan, menyimpan data pengguna, memproses form pendaftaran, dan lain sebagainya. Seorang Backend Developer harus menguasai beberapa bahasa pemrograman, Apa saja sih yang harus dikuasai Front End Developer? Bahasa programmer yaitu PHP, Python, NodeJS, SQL dan beberapa bahasa pemrograman lainnya seperti Ruby.

Fullstack Web Developer adalah pengembang web yang bertugas membuat sisi luar dan dalam website. Jadi fulstack developer harus menguasi frontend dan backend sekaligus. Menjadi seorang fullstack developer itu sulit, Dengan adanya NodeJS tadi pekerjaan fullstack developer menjadi lebih dipermudah. Bahkan survey yang dilakukan di Stackoverlow bahwa javascript paling banyak digunakan baik untuk frontend, backend maupun fullstack developer.

Nah, sebagai langkah awal kita akan belajar menjadi seorang frontend web developer.

Lalu, apa hubungannya dengan PKWU? Ada donk :). Kalian akan membuat situs company profile. Contohnya bisa lihat di sini ya.

Oke, kita lanjut besok lagi ya 🙂

Karya Siswa – Content Creator

Jadi, di masa PJJ ini saya memilih aspek Rekayasa untuk mengajarkan PKWU. Di kelas XII, aspek rekayasa membahas tentang profesi dan jasa profesi.

3 KD yang saya ajarkan adalah: Perencanaan usaha (Design thinking dan model bisnis), Sistim produksi (Alur Kerja karya Digital), dan Pemasaran.

Nah, content creator adalah profesi yang muncul di era digital. Mengapa memilih content creator? Karena inilah profesi yang akan dan sudah banyak bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Ok, maka, berikut ini adalah beberapa karya siswa.

Kelas XII MIPA 3

  1. Cover Lagu, Akhmad Faris Haykal
  2. vertrouwen: IG dan Blog.
  3. Hexatalks
  4. Fajar Ezra
  5. Talkingtalking21
  6. Anuswara, Spotify
  7. Podcast Pelajar Kece, Spotify

  1. Da’babys
  2. ExExwan
  3. TheGoldenGang
  4. WahMusik
  5. GenzetTheFirst. Gen.Zet

XII IPS 1

  1. Medellasla, Podcast: Medellasla
  2. Allsoundsgood
  3. Sahwahita71
  4. SambilNgopi
  5. unordinary.20
  6. GenzetTheFirst. Gen.Zet
  7. Writer’s Note

XII IPS 2

  1. LintasKasih
  2. PopCornnyaKak
  3. QuarantineBuddy
  4. MelodynSunshine, IG
  5. Ulrichkitchen
  6. exquisite

XII IPS 3

  1. TulangRusukBerbicara
  2. Kampuslogy
  3. nu.ragaaa
  4. Pillow101talk
  5. songxposed
  6. madebyalfs
  7. Math Ambisious
  8. Adolescente71
  9. KisahKitaBersama

Content Creator

Mata Pelajaran: PKWU (PJJ)

Aspek: Kerajinan, Pengolahan Makanan, Budidaya, Rekayasa

Proyek 1 untuk siswa kelas XI di semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 ini adalah menjadi seorang content creator. Content creator adalah sebuah profesi yang membuat suatu konten, baik tulisan, gambar, video, suara atau gabungan dari 2 atau lebih materi. Konten-konten tersebut dibuat untuk media, terutama media digital seperti youtube, snapchat, instagram, wordpress, blogger, dan lain-lain.

Teknis pengerjaan:

  1. Bagi menjadi 6 kelompok.
  2. Setiap kelompok boleh memilih berbagai platform yang ada, seperti podcast, youtube, instagram, whatpadd, dan lain-lain.
  3. Setiap kelompok merancang konten yang telah disepakati bersama yang akan dibuat dalam platform mereka. Setiap anak dalam kelompok berbagi tugas untuk menayangkan dan mempromosikan konten yang akan ditayangkan dalam platform. Sebagai contoh: Laporan di bawah ini dibuat dalam format dokumen dan cukup dibuat satu untuk mewakili satu kelompok dan diunduh di Tugas Laporan Classroom)

Kelompok (beri nama kelompok)

Kelas: XI …

Anggota: ….

Projek: Tokoh Entrepreneurs (membuat konten wawancara dengan seorang tokoh wirausaha di IGTV)

Menuliskan latarbelakang memilih konten yang akan ditayangkan (paparkan dalam format Design Thinking). Contoh: Empati (Di masa pandemi covid anak sekolah banyak yang belajar dari rumah. Mereka memiliki banyak waktu untuk belajar dan melakukan banyak kegiatan positif, namun kebanyakan dari mereka merasa bosan dan memilih tidur atau bermain HP). Define (Mereka bosan karena mereka tidak tahu bagaimana menggunakan dan memanfaatkan smartphone untuk memperoleh ilmu dan wawasan). Ideate (Membuat acara atau kegiatan yang menarik anak sekolah untuk memperoleh ilmu dan keterampilan yang bermanfaat). Solusi (Salah satunya adalah mewawancarai tokoh wirausaha untuk memberikan bekal keterampilan berwirausaha sebagai alternatif untuk memanfaatkan waktu secara positif dan berdaya guna).

Pembagian Tugas:

Rania: membuat skrip wawancara

Amelia: moderator

Faris: menghubungi nara sumber

Haris: membuat media promosi dan mengupload di akun medsos

Deri: mengedit video (laporan di akhir projek wawancara)

Selanjutnya, setiap anak dalam kelompok bertanggungjawab membuat laporan mereka sendiri sesuai jobdesk dan mengunduh laporan mereka di laman Paddlet. Contoh:

Rania dan Amelia, mengunggah skrip wawancara dan profil tokoh. Skrip boleh dibuat dalam format dokumen atau audio.

Faris, mengunggah screenshot atau rekaman ketika menghubungi nara sumber.

Haris, mengunggah media promosi misalnya e-flyer yang dibuat serta link akun yang digunakan untuk mempromosikan acara tersebut.

Deri: mengunggah video yang telah diedit atau link dari video yang berisi acara yang telah dilaksanakan.

Ketika satu kelompok mengerjakan proyeknya, maka anak lain di dalam kelas tersebut harus turut membantu untuk men-share projek kawan lainnya. Setiap anak harus melaporkan bukti screenshot dukungan mereka di Tugas Classroom. Contoh: screenshot promosi di akun media sosial setiap anak. Dan screenshot ketika kegiatan berlangsung, turut hadir menyimak. Demikian juga ketika minggu depan kelompok lainnya yang mendapat giliran.

Demikian nak. Semoga ilustrasi yang Ibu berikan bisa membantumu untuk mulai merancang konten-konten yang bernilai postif di dunia maya (terutama membantu kawan-kawan seusia yang barangkali kesulitan memahami materi di dalam pembelajaran di sekolah). Ayo penuhi dunia maya dengan konten-konten yang bermanfaat dan bisa menebarkan kebaikan.

Menjadi Seorang Content Creator

Mata Pelajaran: PKWU (PJJ)

Aspek: Rekayasa

Proyek 1 untuk siswa kelas XII di semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 ini adalah menjadi seorang content creator. Content creator adalah sebuah profesi yang membuat suatu konten, baik tulisan, gambar, video, suara atau gabungan dari 2 atau lebih materi. Konten-konten tersebut dibuat untuk media, terutama media digital seperti youtube, snapchat, instagram, wordpress, blogger, dan lain-lain.

Teknis pengerjaan:

  1. Boleh dilakukan secara individu atau kelompok.
  2. Setiap anak atau kelompok boleh memilih berbagai platform yang ada, seperti podcast, youtube, instagram, whatpadd, dan lain-lain.
  3. Setiap minggu setiap anak atau kelompok merancang konten yang akan dibuat dalam platform mereka. Setiap anak dalam kelompok berbagi tugas untuk menayangkan dan mempromosikan konten yang akan mereka tayangkan dalam platform. Sebagai contoh: Laporan di bawah ini dibuat dalam format dokumen dan cukup dibuat satu untuk mewakili satu kelompok dan diunduh di Tugas Laporan Classroom)

Kelompok (beri nama kelompok)

Kelas: XII …

Anggota: ….

Projek: Membuat konten wawancara dengan seorang tokoh di IGTV

Menuliskan latarbelakang memilih konten yang akan ditayangkan (paparkan dalam format Design Thinking). Contoh: Empati (Banyak remaja mengidolakan Maudy Ayunda). Define (Mereka menyukai Maudy karena melihat sosoknya yang tidak hanya cantik namun juga cerdas). Ideate (Membuat acara atau kegiatan yang melibatkan kepopuleran Maudy). Solusi (Mewawancarai Maudy untuk menarik peserta atau follower)

Pembagian Tugas:

Rania: membuat skrip wawancara

Amelia: moderator

Faris: menghubungi nara sumber

Haris: membuat media promosi dan mengupload di akun medsos

Deri: mengedit video (laporan di akhir projek wawancara)

Selanjutnya, setiap anak dalam kelompok bertanggungjawab membuat laporan mereka sendiri sesuai jobdesk dan mengunduh laporan mereka di laman Paddlet. Contoh:

Rania dan Amelia, mengunggah skrip wawancara dan profil tokoh. Skrip boleh dibuat dalam format dokumen atau audio.

Faris, mengunggah screenshot atau rekaman ketika menghubungi nara sumber.

Haris, mengunggah media promosi misalnya e-flyer yang dibuat serta link akun yang digunakan untuk mempromosikan acara tersebut.

Deri: mengunggah video yang telah diedit atau link dari video yang berisi acara yang telah dilaksanakan.

Demikian nak. Semoga ilustrasi yang Ibu berikan bisa membantumu untuk mulai merancang konten-konten yang bernilai postif di dunia maya. Ayo penuhi dunia maya dengan konten-konten yang bermanfaat dan bisa menebarkan kebaikan.

Projek #2 Pertemuan 3

Pertemuan 3, saatnya melakukan evaluasi tugas di pertemuan 1 dan 2. Untuk memudahkan komunikasi dengan siswa, saya membuat ruang diskusi di classroom. Siswa dapat melakukan tanya jawab seputar kemajuan proyek budidaya tanaman yang telah mereka lakukan di pertemuan 1 dan 2. Diskusi dilakukan pada saat jam pelajaran berlangsung.

Kegagalan menunjukkan bahwa kita belajar. Jadi, tetap semangat ya. Kalian pasti bisa 🙂

Inilah beberapa dokumentasi dari diskusi KBM saya untuk pertemuan 3 materi Ketahanan Pangan dan Budidaya Tanaman.

PJJ Proyek #1

Dimulai sejak tanggal 19 Maret sekolah dan kantor di Jakarta diberlakukan work from home dan home learning atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kegiatan WFH dan HL ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang mewabah di seluruh negeri. Sebagai permulaan pembelajaran daring maka kemendikbud menyarankan agar pembelajaran diarahkan ke tema mengenai covid 19.

Jadi, inilah cerita mengenai projek pertama pembelajaran daring yang saya lakukan bersama siswa-siswi saya.

Pada proyek pertama ini saya memilih untuk memberi perhatian pada keterampilan kecakapan hidup. Namun sebelumnya selama 2 minggu saya menuntaskan materi yang sudah berjalan pada saat belum diberlakukan wfh dan hl. Saya menggunakan media youtube untuk merekam tutorial yang saya berikan dan zoom untuk menjelaskan materi pembelajaran. Kedua media ini dapat dilihat di youtube saya di sini.

Projek #1 saya namakan Life Skill. Projek ini saya berikan selama 3 minggu. Tujuan dari pembelajaran life skill #1 ini adalah untuk menstimulus siswa menggali kegemaran yang mereka miliki dan mungkin selama ini tidak memiliki cukup banyak waktu untuk melakukannya serta belajar mengungkapkannya dalam bentuk tulisan (literasi). Di minggu pertama siswa menceritakan kegiatan yang mereka lakukan selama seminggu mulai diberlakukannya PJJ. Kemudian mereka mendokumentasikan cerita itu dalam bentuk tulisan. Minggu kedua, siswa mengungkapkan kegiatan yang mereka lakukan dalam bentuk video. Kegiatan yang mereka lakukan boleh berbeda dari tema di minggu pertama. Mereka bisa mengkaitkan dengan kegiatan yang memiliki 4 aspek di dalam pembelajaran PKWU, yaitu kerajinan, pengolahan makanan, budidaya, dan rekayasa. Semisal, menjahit atau menggambar maka termasuk ranah Kerajinan. Untuk yang suka mengedit video, menggambar menggunakan perangkat gawai, membuat game, maka akan masuk ke dalam ranah Rekayasa. Di minggu ketiga, temanya adalah Melakukan Satu Kebaikan di Masa Pandemi Covid 19. Tujuannya untuk memunculkan rasa empati kepada lingkungan dan orang-orang sekitar yang terkena imbas covid 19.

Dan, inilah beberapa hasil karya mereka.

Minggu 1:

Minggu kedua:

  1. Ghaisani
  2. Zhea
  3. Dhevany
  4. Keila
  5. Ivanka

Minggu ketiga: Lakukan Satu Kebaikan

Itu adalah beberapa hasil karya siswa-siswa saya. Semuanya bagus dan keren-keren. Namun tentu saja tidak bisa ditampilkan semua. Terima kasih anak-anak.

Pandemi virus covid mengajarkan kita banyak hal mengenai nilai-nilai kecakapan hidup dan makna keberadaan kita di dunia. Empati, saling berbagi, tidak egois dan mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang positif akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Semoga wabah covid segera berlalu dan kita semua menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Aamiin.

Belajar di Rumah

Untuk anak-anakku, sehubungan dengan adanya permasalahan trafik pada server SiPintar, maka penggunaan Sipintar saat ini dibatasi untuk pelaksanaan pembelajaran. Untuk tes online dan fitur ujian disarankan untuk menggunakan aplikasi lainnya. Dengan demikian maka pembelajaran jarak jauh Ibu akan alihkan kembali ke google classroom. Aplikasi youtube dan slideshare serta blog tetap dipakai.

Untuk materi slide dan panduan atau tutorial bisa diakses di slideshare di sini dan channel youtube di sana.

Untuk minggu depan, silakan unduh slide di bawah ini

dan tonton panduan membuat toko online #1 di sini

Selamat belajar.