Category Archives: Uncategorized

Belajar di Rumah

Untuk anak-anakku, sehubungan dengan adanya permasalahan trafik pada server SiPintar, maka penggunaan Sipintar saat ini dibatasi untuk pelaksanaan pembelajaran. Untuk tes online dan fitur ujian disarankan untuk menggunakan aplikasi lainnya. Dengan demikian maka pembelajaran jarak jauh Ibu akan alihkan kembali ke google classroom. Aplikasi youtube dan slideshare serta blog tetap dipakai.

Untuk materi slide dan panduan atau tutorial bisa diakses di slideshare di sini dan channel youtube di sana.

Untuk minggu depan, silakan unduh slide di bawah ini

dan tonton panduan membuat toko online #1 di sini

Selamat belajar.

Kelas XI – Strategi Promosi

Kompetensi Dasar

3.9 Menganalisis strategi promosi produk usaha bidang konversi energi.

4.9 Melakukan promosi produk usaha bidang konversi energi.

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.

Macam-macam media promosi:
brosur: terbitan tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler, benang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tapi tidak menggunakan hard cover.

Slide mengenai media promosi bisa dilihat di sini

Contoh media promosi untuk produk rekayasa

Free Web Hosting

Ketika kamu sudah membuat web dan kemudian ingin agar web dapat diakses secara online maka kamu membutuhkan server yang selalu terhubung dengan internet selama 24 jam/7 hari. Server ini bisa kamu sediakan sendiri atau yang lebih mudah adalah menyewa kepada perusahaan penyedia jasa layanan web (provider). Tentu saja, untuk keperluan ini kamu memerlukan biaya. Namun jangan khawatir karena saat ini ada banyak sekali web host yang bisa memberikan layanan gratis. Sebagai tahap awal, kamu bisa menggunakan web host gratis ini sebagai sarana belajar.

Beberapa web host gratis tersebut adalah:

  1. 000space
  2. byethost
  3. Myownfreehost
  4. Freewebhosts

Namun yang perlu diingat, menggunakan webhost gratis biasanya memiliki umur kedaluwarsa. Web kamu hanya bertahan sampai umur tertentu, biasanya kurang lebih 6 bulan. Setelah itu web kamu akan hilang. Jadi, jangan lupa untuk menyimpan file aslimu ya.

Pertemuan 9: Kerajinan #2018

Kelas: X
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Kerajinan

Kompetensi Dasar:
3.6 Menganalisis proses evaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

4.6 Mengevaluasi hasil kegiatan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda

Pada pertemuan ini siswa dibekali pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai bahasa pemrograman HTML. Keterampilan HTML diberikan 3-4 kali pertemuan sampai proses uploading web dengan menggunakan hosting dan domain tidak berbayar.

Oya, hasil kegiatan usaha produk mereka dilaporkan dalam bentuk buku jurnal harian offline. Sementara portal web dimaksudkan untuk pembuatan profil perusahaan.

Berikut adalah portal web karya siswa. Klik langsung pada nama perusahaan untuk melihat portal web mereka.
Kelas X MIPA 1:
1. Utilis
2. Unixpy
3. Musalture
4. Synthart
5. 17Fied

Kelas X MIPA 2:
1. Dngcorp
2. Birdyz
3. Illimite
4. Wimm71
5. Erfolgvercorp
6. Gotamid

Kelas X MIPA 3
1. Zazels : Very good website 🙂
2. Ilucess
3. Authenticoolture
4. Anglur-selur
5. Borture
6.Ropalm

Kelas X MIPA 4
1. Taokbelanje
2.

Design Thinking dan Model Canvas

Hari Kamis tanggal 13 September saya memberikan workshop bertema Pembekalan Pengajaran Kewirausahaan untuk Guru SMA di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Kep. Seribu di Gedung Dinas Kependidikan.

Bermula dari kesempatan sekolah kami memperoleh dana bantuan dari Pemerintah untuk program kewirausahaan setahun yang lalu, program sekolah kewirausahaan yang kami rancang memperoleh apresiasi dari Bapak Husin. Beliau adalah Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP/SMA di Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta. Saya sendiri tidak menyangka bahwa respon yang Beliau berikan sangat positif. Selanjutnya Beliau mengajak saya dan Bu Annisa untuk bercakap-cakap mengenai keinginan Beliau menyusun buku berkaitan dengan KBM PKWU yang telah saya terapkan di SMAN 71. Dan, melalui Beliau pula saya berkenalan dengan Pak Tato, penggagas untuk kegiatan workshop ini.

Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan pengajaran kewirausahaan kepada guru-guru PKWU yang ada di DKI Jakarta dan Kep. Seribu. Luar biasa semangat guru-guru dari Kep. Seribu ini. Saya kagum dengan tekad dan niat mereka untuk belajar. Mereka juga aktif bertanya ketika melihat mini galeri PKWU SMAN 71 yang dipamerkan di ruangan itu. Bahkan seorang guru fisika dari Kep. Seribu kemudian membantu untuk memperbaiki proptotipe kincir angin yang sempat rusak. Terima kasih ya Pak :).

Dan, memenuhi keinginan peserta workshop, slide presentasi saya tayangkan di sini ya Bapak/Ibu Guru. Anda dapat mengunduhnya secara gratis. Semoga bermanfaat.

Terima kasih untuk semuanya. Semoga ilmu yang kami berikan bermanfaat. Amin yra.

Berikut slide,

Buku PKWU untuk SMA

Alhamdulillah, buku Prakarya dan Kewirausahaan untuk Kelas XI Edisi Revisi (Mei 2016) kolaborasi saya dengan beberapa kawan sudah terbit. Buku ini kami susun dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan harapan agar kehadiran buku ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang menggunakannya.

Sedikit cerita apa yang melatarbelakangi keinginan saya menulis buku ini, lebih banyak didasarkan atas pengalaman selama saya mengajar PKWU setelah sebelumnya saya mengajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kebingungan di awal mengajar PKWU dan praktik di lapangan kemudian menyadarkan saya bahwa pembelajaran kewirausahaan sebagian besar masih bersifat teoritis dan hafalan.

Prakarya dan kewirausahaan, selain ada produk yang dihasilkan maka tentu saja kewirausahaan juga memiliki aspek pemasaran. Dalam praktek, pemasaran dan penjualan barang sering harus dijalankan secara langsung. Namun usaha konvensional ini cukup menyulitkan jika diterapkan pada siswa-siswa sekolah. Selain karena produk-produk yang mereka hasilkan baru dalam tahap uji coba, juga membutuhkan biaya pemasaran dan penjualan yang tidak sedikit.

Sementara itu, dunia usaha tengah mengalami kecenderungan untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk teknologi Internet dan Komunikasi bergerak (mobile). Pengusaha konvensional mulai melirik metode promosi dan pemasaran melalui internet. Nah, mengamati situasi itu, saya kemudian meniru apa yang dilakukan oleh pelaku bisnis konvensional, yaitu mengajak siswa saya untuk sepenuhnya mengggunakan Internet untuk operasi usaha mereka, termasuk promosi, pemasaran, toko online hingga manajemen yang bersifat online.

Tentu tak sulit bagi mereka untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Saya kemudian mengadopsi berbagai ide dan cara baru dalam pengajaran kewirausahaan, seperti teknologi dan metode bisnis untuk bisnis online dan e-commerce. Dengan teknologi ini saya berharap siswa saya memiliki kemampuan untuk membangun sebuah model lengkap dari kewirausahaan dengan biaya yang lebih kecil dan waktu pembangunan yang lebih pendek dengan memanfaatkan Internet.

Saya ingat ketika salah satu nara sumber di pelatihan pendidik kewirausahaan, Bapak Jonathan Gultom mengatatakan, di jenjang sekolah menengah seperti SMA, mengajarkan kewirausahaan adalah mengajarkan siswa untuk berani menggali ide dan menemukan kesempatan. Berhasil menjual itu adalah bonus. Namun yang terpenting adalah dorong siswa untuk menggali ide-ide yang mereka miliki sebanyak mungkin untuk membantu memecahkan masalah yang ada di sekitarnya. Tulisan saya mengenai pelatihan pendidik kewirausahaan dapat dilihat di sini.

Sebagai gambaran apa yang ditawarkan dari buku PKWU ini, silakan dilihat slide presentasi di bawah ini ya 🙂

tambahan:
Konsep model kewirausahaan digital bisa dibaca di buku Business Model Generation, buku yang telah banyak membantu saya menerapkan pembelajaran kewirausahaan bersama murid-murid saya di kelas.

Pertemuan ketujuh

Teori (Tanggal: 11 dan 13 September 2017)
Kelas XI materi di pertemuan ketujuh ini adalah sistem pengolahan makanan khas daerah.

Untuk mengolah suatu makanan maka diperlukan metode atau teknik tertentu untuk menghasilkan produk makanan yang sesuai dengan yang kita harapkan. Sebelum mengolah makanan maka yang harus dipersiapkan adalah bahan dan alat yang diperlukan untuk mengolah makanan tersebut serta teknik memasak, seperti memanggang, menggoreng dan lain sebagainya.

Tugas kelompok (Tanggal 11 dan 13 September 2017):
Tuliskan persiapan (bahan dan alat) serta teknik memasak yang digunakan untuk membuat produk makanan kelompokmu (sesuaikan dengan prototype produk makanan yang telah kalian buat sebelumnya). Buat dalam bentuk grafis di kertas gambar (boleh menggunakan spidol warna-warni).
Jangan lupa nama anggota kelompok dan kelas.
Kumpulkan di meja Ibu di ruang Guru ya.
Terima kasih 🙂

Tugas Presentasi

Untuk kelas X MIA 1 dan X MIA 2 serta XI MIA 1 s.d XI MIA 4.

Buat presentasi kelompok dengan ketemtuan sebagai berikut:

1. Siapkan minimal 5 halaman slide, berisi:

Slide 1: judul produk (yang di buat)

Slide 2: Definisi produk

Slide 3: Visi dan misi perusahaan (lampirkan lean canvas yang telah dibuat di awal pertemuan)

Slide 4: table pengamatan

Slide 5: Nama angora dan kelas 

Model Bisnis Lean Canvas

Model bisnis bisa diartikan sebagai paparan strategi yang harus dibuat sebuah bisnis sebelum mulai berkompetisi dengan bisnis lainnya. Model bisnis diantaranya mengatur tentang hubungan pelaku bisnis dengan supplier, distributor atau dengan para pelanggan secara langsung.

Menjabarkan model bisnis dengan benar akan membantu pelaku bisnis menemukan tujuan bisnis secara jelas dan membahas tentang target apa yang harus dicapai terlebih dahulu.

Penjelasan mengenai model bisnis yang akan digunakan, dalam hal ini model bisnis Kanvas (Lean Canvas) telah dibahas di tulisan sebelumnya di sini.

Beberapa catatan tambahan mengenai keterangan dari kesembilan blok Lean Canvas, yaitu:

Unfair advantage, yaitu keunggulan yang tidak bisa ditiru oleh perusahaan lainnya. Misal: memiliki hak paten, memiliki resep rahasia (yang tidak bisa disalin), dan lain-lain.

Key metric, adalah indikator keberhasilan perusahaan (sebelum memperoleh keuntungan/laba).
Contohnya: jumlah partner atau penjual (untuk produk market place), banyak yang me-retweet atau me-mention produk kita, keramaian toko, jumlah pengunjung atau pembeli, dan sebagainya.
Jika indikator yang kita tetapkan tidak tercapai maka itu dapat dijadikan pengingat kemungkinan kegagalan produk yang sedang atau akan kita jalankan.

Revenue stream adalah perkiraan perolehan laba. Sebagai contoh, perusahaan mengharapkan keuntungan dari penjualan melalui sosial media, penjualan langsung, dan lain-lain.

Perbedaan revenue stream dengan channel adalah revenue lebih ke arah bentuk fisik (uang). Sementara channel lebih ke arah saluran pemasaran atau distribusi untuk produk.

Berikut ini adalah model bisnis Kanvas yang dibuat oleh siswa kelas X untuk produk hidroponik dan kelas XI untuk produk konversi energi.
Kelebihan model bisnis Kanvas adalah keterangan atau item di setiap blok masih memungkinkan untuk diubah.

Model Bisnis Kanvas
Produk: Hidroponik (Kelas X)

14141663_10210752695323447_9076630809654049566_n

14222284_10210752695523452_3008583726838761002_n

Model Bisnis Kanvas
Produk: Konversi Energi (Kelas XI)
14034767_10210661470762890_243273161327599500_n

14067506_10210661470562885_4082905616350076961_n

13814058_10210661470842892_6695381365895401223_n