Category Archives: Uncategorized

Contoh Tugas Remed Kelas XI

Untuk kelas XI, yang nilai UTS nya >=70 maka tidak perlu remed. Sebaliknya, untuk yang nilai UTS TIK nya di bawah 70 (69 ke bawah), maka tugas remed kalian adalah: membuat tulisan seputar kabar teknologi terbaru. Minimal halaman adalah satu lembar halaman folio atau A4. Tulisan menurut gaya bahasa kalian sendiri (tidak kopipaste ya). Gunakan Bahasa Indonesia yang baik ya. Sebagai sumber rujukan tulisan kalian harus mencantumkan sumber dan menempelkan di kertas kerja. Tugas diketik dan dicetak. Sebagai contoh kalian dapat mengunduh file contoh tugas remedial di sini.

Tugas dikumpulkan paling lambat minggu depan hari Kamis, tanggal 31 Oktober 2013.

Guru Mengajar dan Mendidik

Guru dalam kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mereka yang profesinya mengajar. Sedangkan mengajar, yang berasal dari kata ajar berarti petunjuk yg diberikan kepada orang supaya diketahui. Mengajar sendiri artinya memberi pelajaran.

Menteri Pendidikan Daoed Jusuf dahulu pernah mengatakan bahwa ada tiga tugas utama seorang guru, yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan.

Tugas profesional berkaitan dengan mentransfer ilmu atau membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain. Tugas manusiawi dan kemasyarakatan berhubungan dengan interaksi sosial di dalam masyarakat, etika, dan sopan santun.

Artinya guru tidak sekedar mengajar tapi yang utama ia juga mendidik. Mendidik yang asal katanya didik, dalam KBBI mempunya arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Seorang guru harus mampu melaksanakan ketiga tugas itu secara bersama-sama. Selain mengajar ia harus mampu menjadi tauladan yang baik, membangun semangat serta senantiasa memberikan dorongan, selaras dengan ungkapan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, KI Hajar Dewantara, berikut ini:

“ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

Artinya: di depan (guru) memberi contoh, di tengah (guru) memberi semangat, di belakang (guru) memberikan dorongan.

1. Guru mengajar
Guru bertugas untuk membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain. Seorang guru yang baik adalah mereka yang dapat menjelaskan sesuatu hal yang rumit dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh orang lain. Seorang guru juga dituntut untuk terus belajar sepanjang hayat.

2. Guru sebagai tauladan
Seorang anak belajar dari apa yang ia lihat, dengar, dan baca. Ingat film Pay it Forward? Pesan dalam film itu sangat sederhana, bahwa kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain akan menular, demikian juga dengan keburukan. Di dalam masyarakat perilaku baik seseorang akan memberi pengaruh kepada orang-orang di sekitarnya, menginspirasi orang lain juga untuk berbuat kebaikan. Dalam hal ini guru mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk anak didiknya. Apa yang dilakukan, dikatakan seorang guru akan menjadi cermin bagi si anak untuk berkaca.

Ada cerita bagus dari buku “Tak Sengaja Menjadi Guru”, ialah ketika seorang guru mengetahui muridnya melakukan plagiarisme. Ted Fitts nama guru itu menunjukkan bahwa dia tidak bersedia mengadakan kompromi-etika di hadapan ayah murid itu yang seorang pengacara. Baginya, saat masalah moral penting terlibat, maka seorang guru harus teguh dengan apa yang harus dilakukan.

Seorang guru adalah mereka yang dapat bersikap lembut, hangat sekaligus tegas.

2. Guru sebagai motivator dan dinamisator
Masih dalam buku yang sama “Anak-anak perlu bantuan dalam membaca dan matematika, tetapi mereka juga lebih membutuhkan bantuan dalam kehidupan mereka. Mereka membutuhkan imajinasi dan kepercayaan diri.”

Setiap hari anak-anak berada di sekolah bersama guru mereka. Guru yang menemani ketika mereka belajar. Guru adalah orang yang paling tahu perkembangan anak didik mereka dari hari ke hari. Sebuah proses belajar lebih berharga dari sekedar pencapaian akhir. Ada sebuah cerita bagus dari seorang siswa bernama Sonny di sini. Kisah ini menggambarkan bahwa menyuntikkan semangat belajar dalam diri siswa bukanlah hal yang remeh. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa hal sederhana yang kita berikan kepada murid-murid dapat membuat perubahan untuk kehidupan mereka kelak.

Semoga kelak, harapan kita di atas dapat terwujud dalam sebuah sistem pendidikan yang berjalan lebih baik. Pendidikan yang tidak sekedar meng-agungkan angka sebagai barometer keberhasilan. Pintar saja tidak cukup tanpa dibekali dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik. Dan sekali lagi, saya tak bosannya mengutip kalimat Hellen Keller ini.

“Memiliki pengetahuan berarti mengerti tujuan yang benar dan salah, mengerti hal-hal yang mulia dan yang hina.” (Helen Keller).”

Pemutakhiran NUPTK

NUPTK atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah mesikupun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.

NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. (Sumber: http://psdmp.kemdiknas.go.id/index.php/nuptk)

Pada tahun 2012 ini BPSDMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan) dan PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) akan melakukan program pemutakhiran data NUPTK. Maka, bagi Anda yang telah memiliki NUPTK dan masih aktif mengajar diharapkan segera melakukan registrasi ulang yang dapat dilakukan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun sekolah mulai bulan Mei 2012. Jika Anda tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK yang telah dimiliki akan dinyatakan tidak aktif.
Untuk mengecek status data NUPTK Anda, silahkan klik di sini atau masuk ke URL: http://nuptk.kemdikbud.go.id

Teori Belajar dan Kecerdasan

Dahulu bahkan saat ini masih banyak kita temui mereka yang terpaku pada hasil tes IQ seseorang. Kecerdasan seseorang dinilai sebagai sesuatu yang dimiliknya sejak lahir dan yang tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Pandangan seperti ini tidaklah benar. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Universitas Harvard telah mematahkan anggapan ini. Melalui sebuah penelitian mereka menemukan bahwa ada banyak jenis kecerdasan yang tidak bisa diukur oleh tes IQ standar.

Menurut Gardner kecerdasan adalah: kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan berbagai produk yang penting bagi perkembangan budaya.  Menurutnya, mengamati cara seorang montir menyelesaikan masalah busi, atau cara seorang akuntan menyelesaikan sebuah dilema finansial, memberikan contoh yang lebih baik mengenai cara kerja kecerdasan daripada hasil tes apapun.

Howard Gardner memberi delapan tipe kecerdasan pada manusia, yaitu:

1. Kecerdasan Linguistik: Word Smart

ini adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektf (kemampuan berbicara). Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan linguistik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca apa pun mulai dari rambu lalu lintas sampai novel klasik, dan menulis apa pun mulai dari pesan dan surat E-mail sampai puisi dan laporan kantor.

2. Kecerdasan Logis-matematis: Number Smart

Ketrampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat.Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan dengan tekun mengujinya dengan data eksperimental. Ini juga kecerdasan yang digunakan akuntan pajak, pemrogram komputer atau ahli matematika. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan kecerdasan ini untuk menghitung saldo buku cek, memahami perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan surat kabar terbaru mengenai penelitian genetika.

3. Kecerdasan Spasial: Picture Smart

Kecerdasan gambar dan visualisasi. Kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Senimana atau pemahat memiliki kecerdasan ini dalam tingkat yang tinggi, demikian juga dengan seorang penemu yang bisa memvisualisasikan penemuan baru sebelum menggambarkannya di atas kertas. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini untuk menghias rumah, membaca laporan keuangan kantor atau menikmati sebuah karya seni.

4. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim, aktor), dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kayu, ahli bedah). Tentu saja yang kesemuanya diimbangi dengan kecerdasan lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan cerdas tubuh dalam segala hal, mulai dari membuka tutup botol mayones dan memperbaikimesin mobil sampai melakukan olah raga.

5. Kecerdasan Musikal: Musical Smart

Kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano dari dunia seni dan budaya. Disk jockey, teknisi suara, tukang stem piao, wiraniaga produk elektronik dan terapis musik adalah karir praktis untuk kecerdasan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika kita menyanyi dalam paduan suara, memainkan alat musik, atau menikmati musik di TV, radio, atau CD.

6. Kecerdasan Antarpribadi: People Smart

Kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan orang lain. Termasuk juga: kemampuan berempati pada orang lain (seperti konselor), sampai kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang menuju pencapaian suatu tujuan bersama. Kecerdasan antarpribadi mencakup kemampuan ‘membaca orang’.

Begitu banyaknya spek kehidupan yang melibatkan interaksi dengan orang lain, maka kecerdasan antarpribadi ini mungkin sebenarnya lebih penting bagi keberhasilan dalam hidup daripada kemampuan membaca buku atau memecahkan problem matematika.

7. Kecerdasan Intrapribadi: Self Smart

Kecerdasan memahami diri sendiri, kecerdasan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, dan mengetahu kekuatan serta kelemahan Anda. Kecerdasan intrapribadi termasuk kecerdasan yang paling sulit dimengerti.

Ini juga kecerdasan untuk bisa merenungkan tujuan hidup sendiri dan untuk mempercayai diri sendiri.

Terapis, konselor, dan profesional lain yang bekerja dengan emosi serta motivasi pribadi menggunakan kecerdasan ini untuk membantu orang lain mengembangkan perasaan positif terhadap diri sendiri.

8. Kecerdasan Naturalis: Nature Smart

Kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Ini juga mencakup kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam lain. Ahli biologi, penjaga hutan, dokter hewan dan hortikulturis menggunakan kecerdasan ini untuk profesi mereka. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika berkebun, berkemah dengan teman-teman atau keluarga, atau mendukung proyek ekologi lokal.

 

Setiap manusia mempunyai dan menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan kombinasi yang berlainan. Mereka juga menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan caranya masing-masing. Kebanyakan dari kita berada di tengah-tengah, yaitu: kita mempunyai satu atau lebih kecerdasan yang mudah untuk kita ungkapkan dan beberapa sedang-sedang saja serta satu atau lebih terasa sulit.

Nah, kegagalan yang sering kita lihat dalam bermasyarakat adalah ketika kita memberi penilaian yang lebih dengan hanya memusatkan pada satu atau dua saja dari kedelapan kecerdasan yang ada di atas. Seperti kita lebih menghargai mereka yang menonjol dalam kecerdasan linguistik dan kecerdasan matematis, misalnya. Kecenderungan ini kemudian menular ke dalam ruang-ruang kelas. Anak-anak dengan dua kecerdasan ini kemudian lebih dihargai kemampuannya. Akibatnya, anak-anak dengan kecerdasan lainnya seringkali diabaikan dan pada akhirnya tampak lebih sering gagal, walau sebenarnya mereka mungkin sangat berbakat dalam kecerdasan lainnya.

Teori Multiple Intelligence kemudian memberi kita cara melihat sebuah gambaran lengkap potensi seorang pelajar sehingga berbagai kemampuan mereka yang tadinya terabaikan dapat muncul sehingga dapat dihargai dan dikembangkan.

Bagaimana menemukan Multiple Intelligence pada siswa didik kita? Thomas Armstrong dalam bukunya Setiap Anak Cerdas memaparkan langkah-langkah yang dapat kita tempuh dalam proses belajar siswa didik untuk melihat setiap keunikan dan keistimewaan yang ada pada diri mereka dan bagaimana mengembangkan kecerdasan yang mereka miliki.

Pada pokoknya, setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan di atas. Yang membedakan adalah proporsi-nya.

sumber: Setiap Anak Cerdas, Thomas Armstrong.

#SelamatkanAnakBangsa: Membaca Yuk

Beberapa waktu lalu dunia pendidikan dikagetkan oleh semakin merosotnya nilai Bahasa Indonesia di UN. Berbagai alasan dikemukakan. Buat saya, hanya satu penyebab utama yaitu kurang membaca.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Mengenalkan anak pada kegiatan membaca sedini mungkin. Ini adalah salah satu gerakan untuk #SelamatkanAnakBangsa.


Dokumentasi: Dari sini

1. Mulai dari lingkungan terdekat. Tularkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini.
Tidak mungkin meminta anak kita membaca jika kita sendiri sebagai orang tua lebih memilih menonton sinetron, misalnya.

2. Ajak anak-anak mengunjungi perpustakaan atau toko buku. Toko buku sekarang banyak didesain sekaligus sebagai perpustakaan. Bisa menjadi pengenalan awal ke anak tentang fungsi perpustakaan.

3. Temani dan pilihkan bacaan yang sesuai untuk usia mereka. Buku cerita bergambar atau komik dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menarik minat anak-anak pada buku.

4. Sesekali minta mereka untuk menceritakan kembali isi buku yang dibaca. Ini akan membuat kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menghibur.

5. Berikan hadiah buku di hari ulang tahun mereka. Atau, pengalaman orang tua saya dulu, jika ada anak yang berulang tahun atau berprestasi kami diizinkan untuk membeli buku lebih dari satu. Anak lainnya cukup satu. Dan ini adalah hadiah yang paling kami tunggu. Kami bersuka cita menunggu hari ulang tahun.

Manfaat membaca tentu banyak, salah satunya mengembangkan pemikiran dan cara berpikir kita, menambah kosa kata baru, dan lain-lain. Sejatinya, membaca akan membawamu pada dunia yang penuh warna dan dinamis.

Mari membaca dan warnai hari-harimu dengan buku-buku yang bergizi.


Dokumentasi: dari sini

Media Pembelajaran Aktif

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.” (Pasal 1(1), UU Sisdiknas No. 20/2003)

Kalimat yang bercetak tebal di atas menunjukkan adanya perubahan paradigma pendidikan dari guru sebagai pusat belajar menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran berpusat pada siswa? Saya kutipkan dari buku “Media Pembelajaran Aktif”, Utomo Dananjaya.

“Pembelajaran sejatinya merupakan proses aktif peserta didik yang mengembangkan potensi dirinya. Peserta didik dilibatkan ke dalam pengalaman yang difasilitasi oleh guru sehingga pelajar mengalir dalam pengalaman melibatkan pikiran, emosi, terjalin dalam kegiatan yang menyenangkan dan menantang serta mendorong prakarsa siswa.”

Utomo menekankan pentingnya metode pembelajaran diskusi memecahkan masalah, mencari sumber informasi dari sumber alam sekeliling atau sumber-sumber sekunder buku bacaan dan pengalaman berupa permainan. Sehingga dari proses pengalaman ini siswa dapat menghasilkan kesimpulan sebagai pengetahuan.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa guru memerlukan media yang dapat mewadahi proses aktivitas siswa, yaitu: diskusi, penugasan, dan games.

Mengapa diskusi begitu penting dalam proses pembelajaran? Karena dengan adanya diskusi diharapkan siswa dapat saling berinteraksi. Mereka juga dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri. Melalui diskusi siswa belajar mengamati, mengelompokkan, mencari hubungan, membuat hipotesa, memahami, menyimpulkan dan mengomunikasikan.

Setelah diskusi, yaitu penugasan atau proyek. Para siswa dibiarkan mengerjakan tugas di luar sekolah untuk melengkapi bahan prestasi di kelas.

Terakhir, games. Games dapat diangkat dari permainan anak-anak atau hiburan yang menyenangkan. Anak-anak dapat belajar tentang kebijakan hidup serta nilai moral dan sosial yang ada di dalam masyarakat.

Ketiga media di atas mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan pembelajaran aktif. Sulitkah meng-implementasikannya? Tidak ada yang mudah tapi tak ada yang tak mungkin.

sumber tulisan: Media Pembelajaran Aktif, Utomo Dananjaya.


dokumentasi: dari sini

Guru adalah

Tulisan tentang guru ini saya ambil dari teman-teman di twitter. Saya sertakan juga sumbernya. Mudah-mudahan ini bisa meng-inspirasi dan memberi semangat kepada kita semua.

@PenerbitMizan Gurumu bukan hanya di sekolah Gurumu ada di mana-mana Gurumu bisa jadi sahabatmu Gurumu bisa jadi bukumu

@gm_gm Hari ini saya diingatkan: pemberian terbesar yg saya terima adalah kemampuan membaca, menulis, menghitung. Pemberian guru.

@Bapak saya mengajar saya baca dan tulis sebelum saya masuk sekolah. Tapi guru sayalah yg menumbuhkan kemampuan itu.

@gm_gm Guru geometri saya berpesan: “Kamu belajar geometri bukan utk jadi insinyur, tapi utk terlatih berpikir logis dan analitis”. Betapa benar!

@gm_gm Dlm matematika, guru saya mengajarkan, bukan jawaban yg benar yg penting. Yg penting: benarnya prosedur + jalan pikiran mencari jawab.

@gm_gm Sebelum belajar fisika, geometri, dll, kamu hrs ingat, (kata guru saya), ilmu-ilmu ini dimulai krn orang bertanya, ingin tahu ttg dunia.

@luisanthony: #GuruAdalah lebih dari sekedar pengajar namun juga pendidik yang menentukan kualitas ilmu, akhlak, dan moral bangsa

@hanugrah @NGIndonesia #GuruAdalah tukang cermin yg tak pernah lelah. Setiap detiknya, pemuda -sebagai cerminan bangsa- selalu berkarya brkat ilmunya.

@hanugrah @NGIndonesia #GuruAdalah teori dan praktek yg dikemas dalam satu raga.

@torro_thobythox #GuruAdalah orang yang nama dan usahanya sering dilupakan tapi keikhlasan hati mengajarnya kekal.

@fg_serumenyala @NGIndonesia #GuruAdalah semesta tiada batas. Seseorang yang merengkuhmu saat kau ingin tahu. Pembimbing sejati.

@tunikniki #GuruAdalah Mereka yang selalu mengulang apa yang telah dipelajari sebelumny dan terus mengejar pengetahuan baru.. @NGIndonesia

@dion_yulianto @NGIndonesia #GuruAdalah penuntun kedua setelah orang tua dalam mengenal dunia

@knipi #GuruAdalah mereka yg mengajarkan kebaikan, tdk harus org yg lbh tua dan disekolah namun bs lewat media mana saja @NGIndonesia

@rkholil #GuruAdalah mereka yang tidak berkata ‘kamu salah’ namun menghapiri, membelai, tersenyum, dan menunjukkan bgmn yg benar, ikhlas @NGIndonesia

@erliest4ri @NGIndonesia #GuruAdalah SangPelangi yg menorehkan tinta warna-warni dikehidupan,SangMentari yg memberi tak harap kembali..

@hanugrah @NGIndonesia #GuruAdalah pondasi utama dari setiap negara, yg menentukan kokoh/lemahnya suatu negara di masa depan.

@hanugrah @NGIndonesia #GuruAdalah doa dan kasih sayang, di balik semua amarah dan ketegasannya.

@djengwidz @NGIndonesia #GuruAdalah sosok yang mengajarkan bagaimana berpikir dengan otak dan mencintai dengan hati, serta mensinkronkan keduanya.

Masih banyak tulisan yang bagus, tapi saya sudahi sampai di sini aja ya, nanti bosen bacanya 🙂
Selamat hari guru!

gambar diambil dari sini

Sekolahnya Manusia, Munif Chatib


dokumentasi: dari sini

Buku dari penerbit Kaifa ini membahas tentang metode dan model pembelajaran kecerdasan majemuk atau yang lebih dikenal dengan Multiple Intelligences (MIS). MIS, atau kecerdasan majemuk pertama kali dikenalkan oleh Howard Gardner, psikolog dari Harvard University. Menurut Gardner, kecerdasan dan gaya belajar setiap anak itu berbeda. Karena itulah metode pembelajaran dengan menggunakan MI dipersiapkan untuk mengakomodasi perbedaan individu tersebut.

Buku Sekolahnya Manusia ditulis oleh Munif Chotib, CEO Next WorldView, sebuah lembaga konsultan dan pelatihan pendidikan. Beliau adalah seorang pakar multiple intelligences. Dalam bukunya ini Beliau menuliskan hasil riset MI nya untuk diterapkan di Indonesia. Disertai juga model-model pembelajaran MI yang telah diterapkan di sekolah binaannya.

Beberapa metode di antaranya adalah:

1. Bercerita
Bercerita dapat mengembangkan kemampuan baca tulis. Metode bercerita dapat diberikan guru untuk murid-murid yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Dengan cerita-cerita yang memotivasi seorang anak dapat digairahkan minatnya untuk belajar membaca dan menulis.

2. Melukis Angka
Metode mengajarkan penjumlahan dengan cara melukiskan angka-angka penjumlahan pada kertas folio yang disambung berjejer di dinding kelas. Metode ini dapat digunakan untuk anak yang sulit belajar mengenal angka dan penjumlahan namun mempunyai kelebihan dalam menggambar dan mewarnai (kecerdasan spasial visual)

Mengelola pembelajaran di dalam kelas adalah hak Anda sebagai pendidik, Namun tak ada salahnya mencoba berbagai pilihan lain. Dan mengapa tidak memulainya dari sini?

2 Mei

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan (Ki Hadjar Dewantara).

Guru, adalah sosok yang diharapkan dapat menjadi panutan bagi anak didik. Itu tentu. Maka ketika ada suatu kondisi dimana seorang guru melakukan penyimpangan, yang tercoreng namanya adalah semua guru dan institusi yang terkait di dalamnya. (walaupun semua generalisasi itu pasti salah, hm, saya setuju kalimat ini :). Saya tidak menampik kenyataan bahwa dalam praktiknya masih banyak ditemui guru-guru yang mengajar dan mendidik dengan cara-cara yang feodal. Dan bukan perkara mudah untuk mengubah kultur yang sudah turun temurun dan mendarah daging. Untuk mengubah kebiasaan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Tentu akan banyak ditemui hambatan. Tidak saja dari komunitas guru itu sendiri tapi juga anak didik.

Semoga semua rintangan yang ada dapat kita lalui bersama. Guru, teruslah belajar, berubah setiap waktu menuju ke arah yang lebih baik. Selamat hari pendidikan nasional.

ps: Buat murid-murid saya yang akan mengikuti UAN hari senin, selamat belajar, jangan lupa berdoa. Semoga semuanya berjalan lancar.