Category Archives: Uncategorized

Penerapan Aplikasi TIK di Sekolah

“Anak-anak kita saat ini adalah mereka yang disebut dengan digital native. Digital native adalah istilah untuk mereka yang lahir bersamaan dengan lahirnya era digital. Sejak dini mereka sudah terbiasa berkirim teks melalui gadget, bermain game online, serta berselancar di internet”. (dikutip dari “Scratch: Programming for everyone). Sejak dini mereka sudah akrab bersentuhan dengan teknologi. Mereka lah warga asli era digital.

Sementara, para Guru dan orang dewasa disebut sebagai digital immigrant (warga pendatang). Mereka adalah kelompok orang yang lahir sebelum teknologi berkembang pesat. Mereka tidak menggunakan teknologi secara terus menerus seperti para digital native.

Sebagai warga asli, anak-anak ini tidak mengalami kesulitan ketika sebuah teknologi baru muncul. Mereka dengan mudah beradaptasi, berbalikan dari kita, orang dewasa.

Anak-anak digital native memiliki model belajar yang berbeda dengan generasi pendahulunya. Kalau anak dahulu mendengarkan penjelasan dari Guru untuk mengerti sebuah permasalahan maka anak-anak digital native lebih suka menggunakan perangkat digitalnya untuk mencari tahu informasi yang ingin mereka ketahui.

Lalu, bagaimana menyiasati proses pembelajaran yang bisa diterapkan utuk anak-anak digital native ini? Sebagai Guru di era digital maka diperlukan keberanian dan kesiapan untuk memberikan proses belajar yang juga bergaya digital. Teknik pembelajaran berbasis TIK perlu dikuasai oleh pendidik untuk menarik minat belajar siswa. Tidak itu saja, pemanfaatan TIK di dalam kegiatan belajar mengajar juga diharapkan bisa mengarahkan siswa untuk dapat menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak.

Beranekaragam aplikasi dan program, baik berbayar atau gratis, yang juga tersebar di internet dapat menjadi nilai tambah Guru untuk menyajikan materi pembelajaran secara efektif.

Bagi saya, perangkat teknologi informasi dan komunikasi beserta internetnya sangat membantu saya di dalam memberikan materi pembelajaran kepada anak didik. TIK juga menjembatani komunikasi yang baik antara saya dengan mereka melalui berbagai aplikasi messenger.

Aplikasi lainnya yang saya gunakan adalah blog. Blog adalah tempat saya meletakkan materi pengajaran baik berupa artikel pendek, slide presentasi, video, audio, dan lain-lain.

Selain blog, saya juga memanfaatkan Slideshare. Slideshare adalah aplikasi untuk menyimpan slide presentasi. File presentasi baik berupa bahan belajar ataupun kumpulan karya siswa saya simpan di sini. Semua slide presentasi itu dapat diakses baik oleh siswa saya maupun publik.

Serupa dengan blog, slideshare saya fungsikan seperti majalah dinding. Awalnya sih karena keterbatasan dana untuk mencetak karya-karya mereka :). Namun sisi positifnya, koleksi karya siswa digital itu dapat digunakan kembali sebagai media belajar ketika saya memberikan materi yang sama kepada adik mereka di tahun ajaran berikutnya. Selain itu, murid-murid saya pun senang karena karya mereka terpilih dipamerkan di blog dan dikenal adik-adik kelasnya ;-).

Contoh slide presentasi karya siswa dari kelas X dengan tema desain grafis.

Ada kalanya saya menggunakan tes online untuk soal ulangan harian. Aplikasi seperti Skype dan Twitter saya manfaatkan untuk soal berbentuk hitungan. Aplikasi tes online yang pernah saya coba adalah Quia. Quia adalah aplikasi berbayar namun mereka memberikan free trial selama 30 hari. Keunggulan aplikasi ini ada pada sistim pengaturan. Misalnya, berapa kali siswa boleh login, pengaturan waktu, model tes, dan lain-lain. Sayangnya, ini adalah aplikasi berbayar. Namun, untuk fitur yang lengkap, aplikasi Quia patut dipertimbangkan. Contoh penggunaan aplikasi bisa dilihat di sini.

Untuk menunjang kegiatan belajar bersama siswa berupa tugas-tugas sekolah, berbagi file, pengumuman dan bertanya jawab mengenai pembelajaran dan hal lainnya saya juga memanfaatkan aplikasi email, twitter dan Dropbox.

Sesekali saya merekam video tutorial yang saya simpan di akun youtube. Video ini bisa membantu siswa untuk mengingat kembali materi yang pernah dipelajari.

Di semester ganjil ini saya juga mencoba penggunaan aplikasi web langsung. Alamat situs yang saya gunakan adalah code.org dan scratch.mit.edu. Keduanya adalah situs belajar pemrograman. Berikut adalah karya siswa kelas 11. Oya, karya siswa lainnya bisa dilihat di blog ini juga loh 🙂

Sebagai penutup, berikut ini saya tampilkan video tutorial karya siswa dari materi pemrograman yang sudah mereka pelajari di semester ini. Enjoy :).

Screen Recorder

Free Screen Recorder adalah program tidak berbayar (freeware) untuk merekam aktivitas layar di komputer. Biasanya aplikasi ini digunakan jika kita ingin membuat video berupa tutorial penggunaan aplikasi di komputer.

Aplikasi Free Screen Recorder dapat diunduh di sini atau http://www.nbxsoft.com/screen-recorder.php

Fitur-fitur yang ada pada Free Screen Recorder: (dikutip dari sini)
Merekam aktivitas layar, termasuk audio (suara)
Tersedia HotKey untuk merekam, Pause dan menghentikan rekaman
Merekam area tertentu atau seluruh layar windows
Pengaturan hasil video, mencakup video codec, framerate, audio codec dan frequency.
Aktivitas Mouse dapat ditampilkan/disembunyikan
Antarmuka yang sederhana seperti CamStudio
Ukuran file installasi yang kecil ( sekitar 592 KB)
Format file berupa AVI (format video standard)

Untuk informasi lain mengenai Video capture bisa dibaca di sini https://www.ezvid.com/top_5_free_video_capture_software_for_windows atau di sana untuk langsung mengunduhnya.

Audacity

Audacity adalah program pengolah suara atau audio. Menurut Wikipedia, dengan Audacity, pengguna bisa mengoreksi berkas suara tertentu, atau sekedar menambahkan berbagai efek yang disediakan. Selain itu, pengguna juga dapat berkreasi dengan suara yang dimiliki sendiri.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah fitur dan kestabilan. Pustaka yang digunakan juga tidak terlalu banyak dan waktu tunggunya juga tidak terlalu lama.

Program Audacity dapat diunduh di sini.
Pilih installer yang sesuai dengan sistim operasi yang digunakan di PC atau laptopmu.

Berikut ini adalah langkah untuk menggunakan Audacity.
1. Install terlebih dahulu file installer dari Audacity.
2. Setelah itu install Lame for Audacity, Lame for audacity digunakan untuk mengexport atau
menyimpan audio yang sudah diedit ke dalam bentuk MP3.

Audacity juga dapat digunakan untuk merekam suara. Cara penggunaannya mudah, tinggal menekan tombol Record. Selanjutnya, tekan tombol Stop untuk berhenti.

Untuk penggunaan fitur lainnya silakan mencoba sendiri, lihat di sini atau browsing di Internet ya.

Tampilan jendela Audacity
audacity

Why Learn Computer Programming?

Programming fosters creativity, reasoning, and problem solving. The programmer gets the opportunity to create something from nothing, use logic to turn programming constructs into a form that a computer can run, and, when things don’t work quite as well as expected, use problem solving to figure out what has gone wrong. Programming is a fun, sometimes challenging (and occasionally frustrating) activity, and the skills learned from it can be useful both in school and at work…even if your career has nothing to do with computers.

~ Phyton for kids, A Playful Introduction to Programming. Jason R. Briggs

Contoh Tugas Remed Kelas XI

Untuk kelas XI, yang nilai UTS nya >=70 maka tidak perlu remed. Sebaliknya, untuk yang nilai UTS TIK nya di bawah 70 (69 ke bawah), maka tugas remed kalian adalah: membuat tulisan seputar kabar teknologi terbaru. Minimal halaman adalah satu lembar halaman folio atau A4. Tulisan menurut gaya bahasa kalian sendiri (tidak kopipaste ya). Gunakan Bahasa Indonesia yang baik ya. Sebagai sumber rujukan tulisan kalian harus mencantumkan sumber dan menempelkan di kertas kerja. Tugas diketik dan dicetak. Sebagai contoh kalian dapat mengunduh file contoh tugas remedial di sini.

Tugas dikumpulkan paling lambat minggu depan hari Kamis, tanggal 31 Oktober 2013.

Guru Mengajar dan Mendidik

Guru dalam kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mereka yang profesinya mengajar. Sedangkan mengajar, yang berasal dari kata ajar berarti petunjuk yg diberikan kepada orang supaya diketahui. Mengajar sendiri artinya memberi pelajaran.

Menteri Pendidikan Daoed Jusuf dahulu pernah mengatakan bahwa ada tiga tugas utama seorang guru, yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan.

Tugas profesional berkaitan dengan mentransfer ilmu atau membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain. Tugas manusiawi dan kemasyarakatan berhubungan dengan interaksi sosial di dalam masyarakat, etika, dan sopan santun.

Artinya guru tidak sekedar mengajar tapi yang utama ia juga mendidik. Mendidik yang asal katanya didik, dalam KBBI mempunya arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Seorang guru harus mampu melaksanakan ketiga tugas itu secara bersama-sama. Selain mengajar ia harus mampu menjadi tauladan yang baik, membangun semangat serta senantiasa memberikan dorongan, selaras dengan ungkapan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, KI Hajar Dewantara, berikut ini:

“ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”.

Artinya: di depan (guru) memberi contoh, di tengah (guru) memberi semangat, di belakang (guru) memberikan dorongan.

1. Guru mengajar
Guru bertugas untuk membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada orang lain. Seorang guru yang baik adalah mereka yang dapat menjelaskan sesuatu hal yang rumit dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh orang lain. Seorang guru juga dituntut untuk terus belajar sepanjang hayat.

2. Guru sebagai tauladan
Seorang anak belajar dari apa yang ia lihat, dengar, dan baca. Ingat film Pay it Forward? Pesan dalam film itu sangat sederhana, bahwa kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain akan menular, demikian juga dengan keburukan. Di dalam masyarakat perilaku baik seseorang akan memberi pengaruh kepada orang-orang di sekitarnya, menginspirasi orang lain juga untuk berbuat kebaikan. Dalam hal ini guru mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk anak didiknya. Apa yang dilakukan, dikatakan seorang guru akan menjadi cermin bagi si anak untuk berkaca.

Ada cerita bagus dari buku “Tak Sengaja Menjadi Guru”, ialah ketika seorang guru mengetahui muridnya melakukan plagiarisme. Ted Fitts nama guru itu menunjukkan bahwa dia tidak bersedia mengadakan kompromi-etika di hadapan ayah murid itu yang seorang pengacara. Baginya, saat masalah moral penting terlibat, maka seorang guru harus teguh dengan apa yang harus dilakukan.

Seorang guru adalah mereka yang dapat bersikap lembut, hangat sekaligus tegas.

2. Guru sebagai motivator dan dinamisator
Masih dalam buku yang sama “Anak-anak perlu bantuan dalam membaca dan matematika, tetapi mereka juga lebih membutuhkan bantuan dalam kehidupan mereka. Mereka membutuhkan imajinasi dan kepercayaan diri.”

Setiap hari anak-anak berada di sekolah bersama guru mereka. Guru yang menemani ketika mereka belajar. Guru adalah orang yang paling tahu perkembangan anak didik mereka dari hari ke hari. Sebuah proses belajar lebih berharga dari sekedar pencapaian akhir. Ada sebuah cerita bagus dari seorang siswa bernama Sonny di sini. Kisah ini menggambarkan bahwa menyuntikkan semangat belajar dalam diri siswa bukanlah hal yang remeh. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa hal sederhana yang kita berikan kepada murid-murid dapat membuat perubahan untuk kehidupan mereka kelak.

Semoga kelak, harapan kita di atas dapat terwujud dalam sebuah sistem pendidikan yang berjalan lebih baik. Pendidikan yang tidak sekedar meng-agungkan angka sebagai barometer keberhasilan. Pintar saja tidak cukup tanpa dibekali dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik. Dan sekali lagi, saya tak bosannya mengutip kalimat Hellen Keller ini.

“Memiliki pengetahuan berarti mengerti tujuan yang benar dan salah, mengerti hal-hal yang mulia dan yang hina.” (Helen Keller).”

Pemutakhiran NUPTK

NUPTK atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah nomor identitas yang bersifat nasional untuk seluruh PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan). NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah mesikupun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar atau terjadi perubahan data periwayatan.

NUPTK diberikan kepada seluruh PTK baik PNS maupun Non-PNS sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. (Sumber: http://psdmp.kemdiknas.go.id/index.php/nuptk)

Pada tahun 2012 ini BPSDMP (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan) dan PMP (Penjaminan Mutu Pendidikan) akan melakukan program pemutakhiran data NUPTK. Maka, bagi Anda yang telah memiliki NUPTK dan masih aktif mengajar diharapkan segera melakukan registrasi ulang yang dapat dilakukan di tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun sekolah mulai bulan Mei 2012. Jika Anda tidak melakukan pemutakhiran data NUPTK yang telah dimiliki akan dinyatakan tidak aktif.
Untuk mengecek status data NUPTK Anda, silahkan klik di sini atau masuk ke URL: http://nuptk.kemdikbud.go.id

Teori Belajar dan Kecerdasan

Dahulu bahkan saat ini masih banyak kita temui mereka yang terpaku pada hasil tes IQ seseorang. Kecerdasan seseorang dinilai sebagai sesuatu yang dimiliknya sejak lahir dan yang tidak akan berubah sepanjang hidupnya. Pandangan seperti ini tidaklah benar. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Universitas Harvard telah mematahkan anggapan ini. Melalui sebuah penelitian mereka menemukan bahwa ada banyak jenis kecerdasan yang tidak bisa diukur oleh tes IQ standar.

Menurut Gardner kecerdasan adalah: kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan berbagai produk yang penting bagi perkembangan budaya.  Menurutnya, mengamati cara seorang montir menyelesaikan masalah busi, atau cara seorang akuntan menyelesaikan sebuah dilema finansial, memberikan contoh yang lebih baik mengenai cara kerja kecerdasan daripada hasil tes apapun.

Howard Gardner memberi delapan tipe kecerdasan pada manusia, yaitu:

1. Kecerdasan Linguistik: Word Smart

ini adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektf (kemampuan berbicara). Dalam kehidupan sehari-hari, kecerdasan linguistik bermanfaat untuk berbicara, mendengarkan, membaca apa pun mulai dari rambu lalu lintas sampai novel klasik, dan menulis apa pun mulai dari pesan dan surat E-mail sampai puisi dan laporan kantor.

2. Kecerdasan Logis-matematis: Number Smart

Ketrampilan mengolah angka dan atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat.Ini adalah kecerdasan yang digunakan ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan dengan tekun mengujinya dengan data eksperimental. Ini juga kecerdasan yang digunakan akuntan pajak, pemrogram komputer atau ahli matematika. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan kecerdasan ini untuk menghitung saldo buku cek, memahami perhitungan utang nasional, atau mencerna laporan surat kabar terbaru mengenai penelitian genetika.

3. Kecerdasan Spasial: Picture Smart

Kecerdasan gambar dan visualisasi. Kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam kepala seseorang atau menciptakannya dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Senimana atau pemahat memiliki kecerdasan ini dalam tingkat yang tinggi, demikian juga dengan seorang penemu yang bisa memvisualisasikan penemuan baru sebelum menggambarkannya di atas kertas. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini untuk menghias rumah, membaca laporan keuangan kantor atau menikmati sebuah karya seni.

4. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan seluruh tubuh (atlet, penari, seniman, pantomim, aktor), dan juga kecerdasan tangan (montir, penjahit, tukang kayu, ahli bedah). Tentu saja yang kesemuanya diimbangi dengan kecerdasan lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan cerdas tubuh dalam segala hal, mulai dari membuka tutup botol mayones dan memperbaikimesin mobil sampai melakukan olah raga.

5. Kecerdasan Musikal: Musical Smart

Kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Dalam bentuknya yang lebih canggih, kecerdasan ini mencakup para diva dan virtuoso piano dari dunia seni dan budaya. Disk jockey, teknisi suara, tukang stem piao, wiraniaga produk elektronik dan terapis musik adalah karir praktis untuk kecerdasan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika kita menyanyi dalam paduan suara, memainkan alat musik, atau menikmati musik di TV, radio, atau CD.

6. Kecerdasan Antarpribadi: People Smart

Kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan orang lain. Termasuk juga: kemampuan berempati pada orang lain (seperti konselor), sampai kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang menuju pencapaian suatu tujuan bersama. Kecerdasan antarpribadi mencakup kemampuan ‘membaca orang’.

Begitu banyaknya spek kehidupan yang melibatkan interaksi dengan orang lain, maka kecerdasan antarpribadi ini mungkin sebenarnya lebih penting bagi keberhasilan dalam hidup daripada kemampuan membaca buku atau memecahkan problem matematika.

7. Kecerdasan Intrapribadi: Self Smart

Kecerdasan memahami diri sendiri, kecerdasan mengetahui siapa diri Anda sebenarnya, dan mengetahu kekuatan serta kelemahan Anda. Kecerdasan intrapribadi termasuk kecerdasan yang paling sulit dimengerti.

Ini juga kecerdasan untuk bisa merenungkan tujuan hidup sendiri dan untuk mempercayai diri sendiri.

Terapis, konselor, dan profesional lain yang bekerja dengan emosi serta motivasi pribadi menggunakan kecerdasan ini untuk membantu orang lain mengembangkan perasaan positif terhadap diri sendiri.

8. Kecerdasan Naturalis: Nature Smart

Kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam di sekitar kita. Ini juga mencakup kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam lain. Ahli biologi, penjaga hutan, dokter hewan dan hortikulturis menggunakan kecerdasan ini untuk profesi mereka. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan kecerdasan ini ketika berkebun, berkemah dengan teman-teman atau keluarga, atau mendukung proyek ekologi lokal.

 

Setiap manusia mempunyai dan menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan kombinasi yang berlainan. Mereka juga menggunakan kedelapan kecerdasan ini dengan caranya masing-masing. Kebanyakan dari kita berada di tengah-tengah, yaitu: kita mempunyai satu atau lebih kecerdasan yang mudah untuk kita ungkapkan dan beberapa sedang-sedang saja serta satu atau lebih terasa sulit.

Nah, kegagalan yang sering kita lihat dalam bermasyarakat adalah ketika kita memberi penilaian yang lebih dengan hanya memusatkan pada satu atau dua saja dari kedelapan kecerdasan yang ada di atas. Seperti kita lebih menghargai mereka yang menonjol dalam kecerdasan linguistik dan kecerdasan matematis, misalnya. Kecenderungan ini kemudian menular ke dalam ruang-ruang kelas. Anak-anak dengan dua kecerdasan ini kemudian lebih dihargai kemampuannya. Akibatnya, anak-anak dengan kecerdasan lainnya seringkali diabaikan dan pada akhirnya tampak lebih sering gagal, walau sebenarnya mereka mungkin sangat berbakat dalam kecerdasan lainnya.

Teori Multiple Intelligence kemudian memberi kita cara melihat sebuah gambaran lengkap potensi seorang pelajar sehingga berbagai kemampuan mereka yang tadinya terabaikan dapat muncul sehingga dapat dihargai dan dikembangkan.

Bagaimana menemukan Multiple Intelligence pada siswa didik kita? Thomas Armstrong dalam bukunya Setiap Anak Cerdas memaparkan langkah-langkah yang dapat kita tempuh dalam proses belajar siswa didik untuk melihat setiap keunikan dan keistimewaan yang ada pada diri mereka dan bagaimana mengembangkan kecerdasan yang mereka miliki.

Pada pokoknya, setiap anak memiliki kedelapan kecerdasan di atas. Yang membedakan adalah proporsi-nya.

sumber: Setiap Anak Cerdas, Thomas Armstrong.

#SelamatkanAnakBangsa: Membaca Yuk

Beberapa waktu lalu dunia pendidikan dikagetkan oleh semakin merosotnya nilai Bahasa Indonesia di UN. Berbagai alasan dikemukakan. Buat saya, hanya satu penyebab utama yaitu kurang membaca.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Mengenalkan anak pada kegiatan membaca sedini mungkin. Ini adalah salah satu gerakan untuk #SelamatkanAnakBangsa.


Dokumentasi: Dari sini

1. Mulai dari lingkungan terdekat. Tularkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini.
Tidak mungkin meminta anak kita membaca jika kita sendiri sebagai orang tua lebih memilih menonton sinetron, misalnya.

2. Ajak anak-anak mengunjungi perpustakaan atau toko buku. Toko buku sekarang banyak didesain sekaligus sebagai perpustakaan. Bisa menjadi pengenalan awal ke anak tentang fungsi perpustakaan.

3. Temani dan pilihkan bacaan yang sesuai untuk usia mereka. Buku cerita bergambar atau komik dapat digunakan sebagai langkah awal untuk menarik minat anak-anak pada buku.

4. Sesekali minta mereka untuk menceritakan kembali isi buku yang dibaca. Ini akan membuat kegiatan membaca menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menghibur.

5. Berikan hadiah buku di hari ulang tahun mereka. Atau, pengalaman orang tua saya dulu, jika ada anak yang berulang tahun atau berprestasi kami diizinkan untuk membeli buku lebih dari satu. Anak lainnya cukup satu. Dan ini adalah hadiah yang paling kami tunggu. Kami bersuka cita menunggu hari ulang tahun.

Manfaat membaca tentu banyak, salah satunya mengembangkan pemikiran dan cara berpikir kita, menambah kosa kata baru, dan lain-lain. Sejatinya, membaca akan membawamu pada dunia yang penuh warna dan dinamis.

Mari membaca dan warnai hari-harimu dengan buku-buku yang bergizi.


Dokumentasi: dari sini