Pertemuan 8: Pengolahan Makanan #2018

Kelas: XI
Semester: Ganjil
TA: 2018-2019
Aspek: Pengolahan Makanan Khas Daerah

Kompetensi Dasar
3.3 Memahami perhitungan titik impas (Break Even Point) usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani

4.3 Menghitung titik impas (Break Even Point) usaha pengolahan makanan khas asli daerah (orisinil) dari bahan pangan nabati dan hewani

Break Even Point (BEP) atau Titik impas adalah istilah ekonomi yang menunjukkan kapan total keuntungan sebuah usaha setara atau sama dengan modal yang telah dikeluarkan. BEP menjadi penting karena titik ini bisa menunjukkan mulai kapan usaha kita memberikan keuntungan yang sesungguhnya.

Untuk menghitung BEP, maka harus ditentukan dahulu biaya tetap dan biaya variabelnya.

Biaya tetap (Fixed cost) menurut Wikipedia adalah pengeluaran bisnis yang tidak bergantung pada tingkat barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis tersebut. Pengeluaran ini berkaitan dengan waktu, seperti gaji atau beban sewa yang dibayar setiap bulan, dan sering disebut sebagai pengeluaran tambahan.
Contohnya biaya sewa lahan, pembelian alat produksi, biaya gaji karyawan, dll

Sementara Biaya variabel adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis. Biaya variabel adalah jumlah biaya marjinal terhadap semua unit yang diproduksi. Hal ini juga dapat dianggap biaya normal.
Contohnya biaya bahan baku, ongkos kerja, dan biaya lain yang diperlukan untuk memproduksi barang.
Biaya variabel dihitung per satuan item barang yang diproduksi.

Jumlah kedua biaya (fixed cost dan variable ost) disebut Total biaya.

Kemudian barang yang diproduksi tersebut dijual dan semua hasil penjualan barang dimasukkan ke dalam Total Pendapatan (Total Revenue).

Keadaan dimana total hasil penjualan (Total Revenue) sama dengan total biaya (Total Cost) inilah yang disebut Break Even Point (BEP). Jika Total Revenue lebih besar dari Total Cost maka akan diperoleh Laba.

Dengan asumsi Pendapatan Total (TR) adalah sama dengan Biaya total (TC) maka perhitungan BEP berdasarkan unit dapat diturunkan melalui turunan rumus berikut:

TR=TC
P*X=TFC+V*X
P*X-V*X=TFC
(P-V)*X=TFC
X=TFC/P-V

Keterangan:
TR: Pendapatan total (Total Revenue)
P: Harga per unit (jual)
X: Jumlah (unit)
TC: Biaya total (Total Cost)
TFC: Total biaya tetap (Total Fixed Cost)
V: Biaya variabel per unit (produksi)

Contoh: Menghitung usaha kue onde-onde.
Modal awal yang dibutuhkan 500 ribu. Ongkos produksi untuk setiap 1 item kue onde-onde adalah Rp5.000 (termasuk biaya bahan baku, ongkos kerja, dan lain-lain). Harga jual onde-onde 8000 per satuan. Maka perhitungan BEP usaha adalah:

BEP (unit): X = TFC / (P – V)
=Rp 500.000 / (Rp8.000 – Rp5.000) = 167 unit (1 item kue ondel-ondel)

Lama waktu yang diperlukan untuk BEP tergantung dari frekuensi penjualan. Jika rata-rata terjual 15 kue ondel-ondel per hari maka waktu yang dibutuhkan adalah= 167/15=11 hari.

Sementara omzet yang harus diperoleh untuk BEP adalah= jumlah unit barang dikali harga jual.
BEP (rupiah)= 167 * Rp 8000 = Rp1.336.000

Untuk menghitung jumlah omzet saat BEP tanpa menghitung jumlah unit dahulu, maka rumusnya adalah sebagai berikut:

Rumus BEP berdasarkan nilai (harga)
BEP nilai= FC/1-VC/P

Keterangan:
FC: Biaya Tetap
P: Harga jual per unit
VC: Biaya Variabel per unit

BEP(nilai) = 500.000 / (1-[5000/8000])
= 500.000 / (1-0,625)
= 1.333.333

Sumber:
http://www.cara.aimyaya.com/2014/10/cara-menghitung-bep-titik-impas-usaha-bisnis.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.